Yogyakarta (ANTARA News) - Sebanyak 97 juta orang terpapar asap rokok di lingkungan rumah sehingga mengancam kesehatan rakyat secara nasional.

"Padahal asap rokok sangat berbahaya karena mengandung lebih dari 5.000 bahan kimia yang bisa mengakibatkan meningkatnya jumlah penderita alergi," ujar Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Riau (UNRI), Roy David Sarumpaet saat ditemui di Kampus UGM, Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, pengaruh asap rokok pada penderita rinitis alergi persisten ditengarai prevalensinya makin meningkat, namun belum mendapat perhatian serius.

Apalagi, katanya, jumlah penduduk yang merokok dari tahun ke tahun makin bertambah.

Data riset kesehatan dasar mencatat, jumlah perokok di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, termasuk perokok usia muda yaitu perokok aktif mulai dari usia 10 tahun ke atas berjumlah 58.750.592 orang.

Angka itu, terdiri dari 56.860.457 perokok laki-laki dan 1.890.135 perokok perempuan, dan sisanya adalah perokok yang berusia dibawah 10 tahun sehingga secara total mencapai 97 juta orang.

Hasil penelitian pun menunjukkan, setiap hari ada 616.881.205 batang di Indonesia atau 225.161.640.007 batang rokok dibakar setiap tahunnya.

Jika harga 1 batang rokok Rp 1.000, maka uang yang dikeluarkan lebih dari Rp 225 triliun.

Pewarta: RH Napitupulu
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2016