Jakarta (ANTARANews) –  Pada tiga bulan terakhir tahun ini atau triwulan ke-4 penjualan mobil diyakini bakal tumbuh, seiring dengan tren peningkatan pembelian mobil sejak Mei 2016.

"Menurut saya, tiga bulan terakhir tahun ini market (mobil) lebih bagus dibandingkan tahun lalu," kata Wakil Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto di Jakarta, Kamis.

Toyota sebagai pemimpin pasar otomotif roda empat, melihat tren pasar mobil tahun ini menunjukkan pertumbuhan meskipun tidak besar.

"Saya perkirakan pasar mobil secara nasional akan tumbuh 3-5 persen sampai akhir tahun," ujar Henry yang memprediksi penjualan mobil di dalam negeri bakal menembus angka 1,08 juta unit.

Ia melihat selain tren peningkatan penjualan mobil selama sembilan bulan terakhir ini (Januari-September), ada beberapa faktor lain yang mendorong pertumbuhan pada triwulan ke-4.

"Pertama, ada dampak dari model-model baru, kemudian pada akhir tahun biasanya ada bonus dan liburan yang mendorong pembelian kendaraan," ujarnya.

Ia yakin kebiasaan peningkatan permintaan mobil menjelang akhir tahun masih akan terjadi tahun ini, meskipun diakuinya pengeluaran belanja pemerintah berkurang tahun ini seiring dengan pemangkasan APBN di kementerian dan lembaga pemerintah.

"Pemangkasan anggaran pemerintah setahu saya hanya untuk kegiatan non-produktif.  Sementara belanja barang modal, termasuk kendaraan, tidak terkena (pemangkasan)," ujarnya.

Oleh karena itu, ia juga optimistis  Toyota yang telah memiliki basis produksi mobil di Indonesia pun bakal meraih pertumbuhan penjualan tahun ini dibandingkan tahun lalu.

"Pada Januari-September 2016 penjualan Toyota tumbuh sekitar 18 persen dibanding tahun lalu dengan angka penjualan 281 ribu unit dan menguasai sekitar 36,1 persen pasar di Indonesia," kata Henry.

Sampai akhir tahun  TAM menargetkan penjualan mobil Toyota bisa menembus angka di atas 370 ribu unit dengan pangsa pasar sekitar 35 persen.

Hal senada dikemukakan Presdir PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB)  Hisashi Ishimaki, yang merupakan agen pemegang merek Mitsubishi di Indonesia.

"Saya sangat yakin pasar mobil Indonesia bisa tumbuh tahun ini, sekitar 3-4 persen," ujarnya.

Ia memperkirakan penjualan otomotif akan menembus angka 1,06 juta unit sampai akhir tahun 2016 naik tipis dibandingkan tahun lalu sekitar 1,01 juta unit. Sampai September penjualan mobil secara nasional dari beragam merek telah menembus angka 780 ribu unit.  

"Dalam lima tahun pasar mobil di Indonesia akan kembali bergairah mencapai 1,5 juta unit," ujarnya kepada Antaranews.  

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2016