New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia berakhir lebih rendah pada Rabu (Kamis pagi WIB), akibat meningkatnya keraguan apakah kesepakatan pemotongan produksi akan dicapai di antara anggota-anggota OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak).

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember kehilangan 0,78 dolar AS menjadi menetap di 49,18 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, lapor Xinhua.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Desember turun 0,81 dolar AS menjadi ditutup pada 49,98 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

OPEC pada bulan lalu telah sepakat untuk mengurangi produksi minyak menjadi 32,5 juta barel per hari dari tingkat saat ini 33,24 juta barel per hari untuk menopang pasar.

Kelompok kartel minyak ini akan menyepakati tingkat konkret dari produksi masing-masing negara dalam pertemuan resmi berikutnya pada November di Markas OPEC Wina.

Namun, Menteri Perminyakan Irak Jabar Ali al-Luaibi mengatakan pada Minggu (23/10) bahwa negaranya, produsen terbesar kedua di OPEC, ingin dibebaskan dari pengurangan produksi karena membutuhkan lebih banyak uang untuk memerangi kelompok militan ISIS.

Penolakan Irak untuk bergabung dengan kesepakatan pemotongan produksi terus menekan harga minyak pada perdagangan Rabu.

Harga minyak mengurangi beberapa kerugiannya pada sesi sore, karena data pemerintah menunjukkan persediaan minyak mentah AS secara tak terduga turun minggu lalu.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya pada Rabu bahwa persediaan minyak mentah AS turun 600.000 barel pekan lalu, bertentangan dengan konsensus pasar naik 1,7 juta barel.
(Uu.A026)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2016