Surabaya (ANTARA News) - Ratusan buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Surabaya (GBS) pada Kamis mendatangi kediaman pribadi Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, Tri Rismaharini di Taman Pondok Indah Wiyung Surabaya, menuntut revisi rekomendasi Upah Minimum Kota (UMK) 2017 yang dinilai lebih rendah dibanding kota di sekitarnya.

Koordinator Gerakan Buruh Surabaya Moch Sochib mengatakan Kota Surabaya yang masuk dalam ring 1 di Jawa Timur yang seharusnya UMK-nya lebih tinggi dari kota lainnya.

"Dalam perkembangannya untuk daerah ring 1 usulan UMK Surabaya merupakan yang terendah sehingga membuat buruh marah," katanya.

Menurut dia, Bupati Sidoarjo dan Pasuruan telah mengusulkan UMK sekitar Rp3,5 Juta, Bupati Gresik mengusulkan Rp3,7 juta, sementara Wali Kota Surabaya hanya mengusulkan di sekitaran Rp3,2 Juta.

"Hari ini Dewan Pengupahan Provinsi Jatim sudah rapat akhir untuk finalisasi. Rekomendasi UMK Jatim Jumat (18/11) sudah diserahkan ke Gubernur Jatim untuk segera ditetapkan UMK 2017," katanya.

Sochib mengatakan alasan aksi digelar di kediaman pribadi wali kota karena selama sepekaan ini perwakilan buruh mendatangi Balai Kota Surabaya namun tak pernah ditemui oleh Risma.

"Kita sudah berupaya untuk bertemu di Balai Kota, tapi sama sekali tidak pernah ditemui, akhirnya rekan rekan memilih mendatangi rumah pribadinya," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya meminta agar Pemkot Surabaya merevisi usulan UMK Surabaya 2017 setidaknya sama dengan kota di sekitar Surabaya.

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2016