Quito (ANTARA News) – Kepolisian Inggris menerima sampel DNA dari pendiri Wikileaks Julian Assange agar dapat digunakan oleh kejaksaan Swedia dalam menyelidiki dugaan pemerkosaan yang dilakukan Assange, menurut keterangan seorang pejabat terkait, Senin (28/11).

Otoritas Inggris mengambil sampel DNA Assange dari kedutaan besar Ekuador di London, kata Jaksa Agung Ekuador Galo Chiriboga dalam pernyataannya seperti dikutip AFP.

Assange (45) berlindung di kedutaan besar Ekuador sejak 2012 agar tidak dideportasi ke Swedia untuk menghadapi dakwaan kasus pemerkosaan, yang ia bantah.

Assange khawatir otoritas Swedia akan mendeportasi dirinya ke Amerika Serikat untuk dimintai keterangan mengenai pembocoran kawat diplomatik melalui Wikileaks yang telah membuat malu Washington.

Seorang jaksa Ekuador menginterogasi Assange di kedutaan besar negara tersebut pada 14 November lalu atas nama jaksa Swedia yang juga hadir.

Kala itu, "Tuan Assange memberikan dokumen yang menyatakan bahwa ia sudah menyerahkan sampel DNA kepada kepolisian Inggris," ujar Chiriboga kepada awak media di ibu kota Ekuador, Quito.

"Oleh karena itu otoritas Swedia kini harus meminta sampel DNA tersebut dari kepolisian Inggris."

Ia mengatakan kejaksaan Ekuador akan mengirim transkrip interogasi Assange pada 14 November sebagai bukti kepada otoritas Swedia pada pertengahan Desember mendatang.


Penerjemah: Monalisa
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2016