Helsinki (ANTARA News) - Ratusan pencari suaka dan pendukung mereka menggelar demonstrasi untuk memprotes kebijakan suaka Finlandia di ibu kota negara itu, Helsinki, Sabtu (3/12), menurut laporan lembaga penyiaran nasional Finlandia, Yle.

Polisi memperkirakan antara 400 dan 500 orang ikut dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh satu jaringan relawan bernama "A Right to Live".

Menurut penyelenggara kebanyakan peserta adalah pencari suaka dari Irak, yang menentang pengembalian paksa pencari suaka ke negeri asal mereka oleh Kantor Imigrasi Finlandia (Migri).

Selama protes, para peserta berpawai melalui jalanan kota Helsinki menuju Senate Square, tempat mereka menyalakan lilin untuk mengenang korban yang tewas dalam konflik dan membacakan keputusan suaka negatif yang dikeluarkan oleh Migri. Polisi mengatakan demonstrasi berlangsung damai.

Pada Jumat (2/12), Yle melaporkan bahwa selain hampir 3.000 relawan yang dipulangkan dengan bantuan polisi Finlandia dan Organisasi Migrasi Internasional, polisi Finlandia saat ini memfasilitasi pemulangan paksa pencari suaka Irak yang pemohonannya ditolak.

Inspektur Kepala Mia Poutanen mengatakan kepada Yle bahwa orang yang permohonan izin tinggalnya ditolak selalu yang pertama diberi pilihan untuk pulang secara sukarela dengan bantuan.

Tindakan itu memicu demonstrasi. Para pengunjuk rasa mengatakan kebijakan suaka Finlandia tidak adil.

Total lebih dari 32.500 pencari suaka tiba di Finlandia tahun 2015. Lebih dari 20.000 di antaranya berasal dari Irak. Tahun ini sekitar 1.100 warga Irak masuk Finlandia sejauh ini.

Sampai Juni tahun ini, 77 persen keputusan suaka bagi pemohon dari Irak telah ditolak karena kantor imigrasi Finlandia pada Mei tahun ini memutuskan bahwa Irak, Somalia dan Afghanistan aman bagi pengungsi untuk pulang.

Namun lembaga itu pada pertengahan November menyatakan akan menilai kembali kondisi keamanan ketiga negara tersebut pada Januari 2017 sejalan dengan babak baru konflik bersenjata di sana menurut warta kantor berita Xinhua.(Uu.C003)


Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2016