Jakarta (ANTARA News) – BPJS Ketenagakerjaan mempersiapkan langkah strategis tahun 2017 untuk mewujudkan Road Map Tahun 2019 yaitu Universal Coverage.

Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz mengemukakan demi capaian rencana kerja 2017 pihaknya antara lain menjalin kerja sama kelembagaan dengan instansi pemerintah baik pusat maupun di daerah seperti Kejaksaan Agung maupun pemerintah provinsi/kabupaten dan kota.

“Kami juga menggandeng kerjasama dengan komunitas-komunitas yang ada di setiap daerah. Komunitas juga berperan penting dalam promosi program-program BPJS Ketenagakerjaan, selain komunitas juga memiliki anggota yang cukup banyak yang tentu saja akan sangat membantu jika mereka semua dapat bergabung pada kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan," kata Naufal yang ditemui akhir pekan ini.

Dia menjelaskan, langkah merangkul komunitas sekaligus meningkatkan kompetensi para petugas pemasaran yang meliputi marketing dan relationship officer adalah dengan menyelenggarkan training atau diklat.

Peningkatan kuantitas karyawan juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kerja, disamping mengoptimalkan karyawan yang berjumlah 4.447 orang.

Naufal menjelaskan penempatan calon karyawan yang baru diangkat tahun 2016 adalah sekitar 600 karyawan.

“Jumlah ini akan bertambah lagi di Tahun 2017, tentunya saat ini kita sedang memformulasikan kebutuhan karyawan yang nantinya akan kita pekerjakan," kata Naufal yang sedang mengikuti program Doktoral di Institut Pertanian Bogor.

Dia menjelaskan untuk tahun 2017 BPJS Ketenagakerjaan melakukan langkah-langkah strategis di samping tetap mempertahankan pelaksanaan Pelayanan Prima (service excellent), edukasi ke masyarakat secara berkesinambungan, serta penegakan hukum bagi perusahaan nakal yang tidak mendaftarkan pekerjanya baik keseluruhan maupun sebagian.

Naufal menjelaskan capaian BPJS Ketenagakerjaan sampai bulan Oktober 2016 adalah kepesertaan sudah tercapai 21.073.391 tenaga kerja atau 96,14% dari Target Manajemen Tahun 2016, iuran tercapai rp. 3,27 triliun (JKK), rp. 1,46 triliun (JKM), rp. 26,37 triliun (JHT), dan rp 7,60 triliun (JP) dengan total rp. 38,70 triliun.

Pada aspek investasi, BPJS Ketenagakerjaan telah mengembangkan dana investasi pada beberapa instrumen sebesar rp. 250,33 triliun dengan hasil pengembangan sampai periode Oktober sebesar rp. 19,30 triliun.

(BPJSTK/Asyhari)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2016