Surabaya (ANTARA News) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan Rumah Matematika khusus untuk para pelajar SD, SMP warga Kota Pahlawan, di Balai Pemuda, Kamis.

"Selama ini kalau saya datang ke sekolah-sekolah, mereka kalau mau ujian matematika terlihat tegang. Katanya susah dan nilainya juga lebih banyak yang di bawah 6," kata Risma saat peresmian.

Menurut dia, ada banyak siswa yang telah salah dalam mengenal matematika sehingga banyak yang menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang menyeramkan dan sulit.

"Makanya saya minta ada Rumah Matematika ini. Saya yakin mereka sebetulnya bisa tetapi takut dulu. Yang terpenting, proses pengajarannya bukan hanya soal nilai tapi dikemas sesuatu yang menyenangkan karena bisa dikaitkan kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Nantinya, sambung Wali Kota, akan ada beberapa relawan dari kelompok belajar yang menjadi tutor/pengajar di Rumah Matematika yang dibuka mulai pukul 14.30 WIB sampai 16.00 WIB lalu sesi kedua 16.00 WIB-17.30 WIB.

Pelajar yang ingin aktif belajar di Rumah Matematika, lanjut dia, bisa mendaftar di Balai Pemuda untuk kemudian diatur kapan waktu pengajarannya.

"Konsepnya nanti lebih banyak main-main. Supaya anak-anak ini tahu ternyata matematika ini bukan hanya text book tetapi penerapannya ada dalam kehidupan nyata. Selama ini kan seolah dipisahkan. Padahal dalam kehidupan sehari-hari dipakai," ujarnya.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya Martadi mengapresiasi positif inisiatif Pemkot Surabaya untuk membangun Rumah Matematika.

Menurutnya, keberadaan Rumah Matematika akan mampu menjawab persoalan di Surabaya di mana ada anak-anak yang kesulitan memahami matematika.

"Dari data ujian tim, kemampuan matematika memang masih rendah. Bukan hanya di Surabaya, tetapi juga di Indonesia. Sehingga menurut saya Rumah Matematika ini menjadi penting," ujarnya.

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2017