Jumat, 28 Juli 2017

Lima fakta unik sarung di Indonesia

| 3.849 Views
Lima fakta unik sarung di Indonesia
Lomba Sepak Bola Pakai Sarung Sejumlah warga mengenakan sarung ketika mengikuti lomba sepak bola di Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (12/8). Lomba tersebut digelar dalam rangka menyambut peringatan HUT ke-70 Kemerdekaan Indonesia. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
Jakarta (ANTARA News) - Sarung atau sepotong kain lebar berbahan katun, poliester atau bahkan sutera yang dililit di pinggang hingga bagian bawah tubuh telah lama dikenal masyarakat di Indonesia dan sekitar pulau-pulau Pasifik.

Di Indonesia, penggunaan sarung identik dengan umat muslim saat beribadah dan sebagai pelengkap busana daerah tertentu. Sarung bahkan pernah simbol perjuangan melawan budaya Barat yang dibawa para penjajah.

Namun, sarung nyatanya tak semata menjadi bagian dari pelengkap pakaian atau ibadah saja. Berikut fakta unik penggunan sarung di Indonesia:

1. Ayunan anak
Di beberapa daerah, sarung dijadikan ayunan anak-anak bila tak ada ayunan kelambu. Tak hanya itu, anak-anak juga memanfaatkan sarung yang dikenakan ayahnya untuk berayun-ayun. Anda pernah melakukannya kala kecil dulu?    

2. Topeng ninja
Di era 90-an, anak-anak memodifikasi sarung untuk dijadikan penutup kepala saat bermain peran sebagai ninja layaknya di Jepang. Mereka melompat ke sana kemari mengenakan topeng ninja berbahan sarung.

3. Senjata
Dalam kisah pendekar-pendekar Betawi, sarung kerapkali digunakan sebagai senjata. Anak-anak juga menggunakan sarung saat bermain perang-perangan seusai solat. Biasanya mereka akan mengepalkan sarung untuk dipukulkan pada lawannya.

4. Pembungkus pakaian
Dahulu, permukaan sarung yang luas digunakan sebagian orang membungkus pakaian saat bepergian. Kini, masihkah Anda melihatnya?

5. Alas darurat
Terkadang, sebagian orang menggunakan sarung sebagai alas duduknya kala tak menemukan alas lainnya. Anda pernah melakukannya?

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga