Rabu, 18 Januari 2017

Bappenas targetkan konsumsi ikan capai 54,5 kg/tahun/keluarga

| 2.257 Views
id konsumsi ikan, bappenas, gizi masyarakat, kekayaan alam indonesia
Bappenas targetkan konsumsi ikan capai 54,5 kg/tahun/keluarga
Pekerja menjemur ikan asin jenis bulu ayam yang dijual dengan harga Rp30.000 per kilogram di kampung nelayan Bulak Cumpat, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (6/1/2017). (ANTARA FOTO/Moch Asim)
Dengan meningkatkan target konsumsi ikan pada masyarakat, maka semakin mempertegas arah kebijakan pemerintah yang ingin membekali gizi bagi masyarakat, berdasarkan kekayaan alam Indonesia."
Yogyakarta (ANTARA News) - Pemerintah melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan konsumsi ikan per keluarga Indonesia mencapai 54,5 kilogram (kg) setiap tahunnya, pada tahun 2019.

"Setiap tahunnya konsumsi ikan untuk setiap keluarga ditargetkan sebanyak 54,5 kg pada tahun 2019 mendatang," kata Direktur Pertanian Bappenas Sriyanti dihubungi dari Yogyakarta, Rabu.

Ia mengatakan, target tersebut meningkat sebesar 7,5 persen dibanding konsumsi ikan masyarakat pada tahun 2014 lalu yang mencapai 38 kg per keluarga setiap tahunnya.

Ia menjelaskan, pemerintah terus melakukan langkah-langkah peningkatan advokasi dan konsumsi makan ikan dengan beberapa cara.

Pertama, penguatan promosi, advokasi dan kampanye publik untuk konsumsi ikan dan produk olahan berbasis ikan. Melalui gerakan ekonomi kuliner rakyat kreatif dari hasil laut, bazaar, lomba inovasi menu ikan, pengembangan pusat promosi dan pemasaran hasil perikanan.

Kedua, peningkatan peran serta berbagai pemangku kepentingan dalam upaya penggalakkan minta dan konsumsi makan ikan di masyarakat.

Ketiga, pengembangan sistem informasi produk perikanan dan harga ikan yang mudah diakses masyarakat.

Keempat, pemenuhan ketersediaan komoditas perikanan yang berkualitas, mudah dan terjangkau di masyarakat dalam rangka mendukung ketahanan pangan.

Kelima, dan melakukan diversifikasi konsumsi produk olahan perikanan.

"Dengan meningkatkan target konsumsi ikan pada masyarakat, maka semakin mempertegas arah kebijakan pemerintah yang ingin membekali gizi bagi masyarakat, berdasarkan kekayaan alam Indonesia," terang Sriyanti.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga