Sabtu, 25 Maret 2017

Presiden China akan promosikan globalisasi "inklusif" di Davos

| 10.195 Views
id china, presiden china, xi jinping, globalisasi inklusif, proteksionisme, donald trump
Presiden China akan promosikan globalisasi
Presiden Tiongkok Xi Jinping (ANTARA FOTO/Humas Menko PMK)
Beijing (ANTARA News) - Presiden China Xi Jinping akan mempromosikan "globalisasi inklusif" saat berpidato dalam Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss bulan ini, kata Kementerian Luar Negeri China, Rabu.

"Globalisasi bidang ekonomi tengah menghadapi resistansi," kata wakil menteri luar negeri, Li Baodong dalam pengarahan mengenai kunjungan Xi ke Davos, lapor Reuters.

China akan menjawab keprihatinan komunitas internasional mengenai globalisasi, khususnya mengenai sikap pemerintah yang mengarahkan "globalisasi ekonomi agar lebih inklusif", tambahnya.

Forum ekonomi dunia tahun ini akan digelar dari 17 sampai 20 Januari. Topik yang akan banyak dibahas tampaknya terkait penolakan masyarakat terhadap globalisasi, dan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

Janji Trump terkait pajak untuk produk China dan Meksiko dianggap membantunya memenangi pemilihan presiden. Presiden terpilih itu akan menyatakan sumpah jabatan pada 20 Januari.

Li mengatakan, Trump beserta pihak lain yang mengkritisi perekonomian proteksionis bersikap tak adil.

"Perdagangan tertutup justru akan mengasingkan suatu negara, dan hal itu bukan keinginan kita semua" katanya.

"Jalur komunikasi" antara China dan tim transisi pemerintahan Trump akan dibuka dalam forum, kata Li.

Namun ia mengingatkan, jadwal pertemuan itu mungkin akan sulit ditetapkan.

Beberapa hari setelah Trump menang, Xi memimpin forum pimpinan negara Asia-Pasifik di Peru November lalu.

Ia menegaskan komitmennya untuk memerangi proteksionisme dan mendorong perjanjian perdagangan antarbangsa.

Kehadiran Xi di Davos pada 17 Januari adalah salah satu agenda dalam kunjungannya ke Swiss dari 15 sampai 18 Januari.

Nantinya Xi akan menjadi Presiden China pertama yang menghadiri forum tersebut.

Pebisnis asing di China sering mengeluh sulitnya mengakses pasar karena kebijakan ekonomi pemerintah yang cenderung proteksionis.

Kebijakan itu termasuk program "Buatan China" pada 2025 yang mendorong peningkatan kinerja sektor teknologi informasi dan robotik.

Meski demikian, sejumlah kepala negara seperti Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dikabarkan tidak menghadiri forum tahun ini.

Presiden Komisi Uni Eropa, Jean-Claude Juncker juga absen dari daftar pengisi utama yang diterbitkan, Selasa.

Namun, acara itu tetap dihadiri banyak presiden, perdana menteri, 3.000 peserta, diantaranya berisi 1.800 petinggi dari 1.000 perusahaan.

Amerika Serikat akan diwakili oleh Wakil Presiden Joe Bidden dan Menteri Luar Negeri John Kerry, serta satu orang dari tim transisi Trump, kata WEF, Selasa.
(Uu.KR-GNT/M016)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga