Kamis, 19 Oktober 2017

Prancis dan Israel beda pandangan soal Konferensi Damai Timteng

| 6.948 Views
Prancis dan Israel beda pandangan soal Konferensi Damai Timteng
Presiden Prancis Francois Hollande. (REUTERS)
Paris/Yerusalem (ANTARA News) - Presiden Prancis Francois Hollande dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu punya pandangan bertolak belakang terhadap Konferensi Perdamaian Timur Tengah di Paris, Minggu pekan ini.

Francois Hollande menyatakan konferensi itu untuk mendiskusikan proses perdamaian Timur Tengah dan tidak ditujukan untuk menggantikan negosiasi bilateral antara Israel dan Palestina.

Namun Netanyahu menyebut acara yang digagas Prancis itu adalah untuk mencurangi Israel dan oleh karena itu Israel tak akan menghadirinya.

"Ini konferensi curang, dicurangi oleh Palestina di bawah naungan Prancis guna mengadopsi pandangan anti-Israel. Ini akan memundurkan perdamaian," kata Netanyahu.

"Ini tidak akan mewajibkan kami. Ini peninggalan masa lalu, ini hembusan nafas terakhir dari masa lalu sebelum masa depan tercipta," kata dia sewaktu bertemu dengan menteri luar negeri Norwegia.

Sebaliknya Hollande menyatakan konferensi ini tak akan cuma membahas Palestina-Israel, namun juga pembicaraan damai Suriah yang diupayakan sesegera mungkin dan melibatkan semua komponen di Suriah, termasuk para aktor kawasan dan di bawah perlindungan PBB.

Hollande menambahkan peningkatan kekerasan di Libya amat sangat mengkhawatirkan, namun membelah negara itu bukanlah opsi untuk penyelesaian Libya, demikian Reuters.


Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga