Kondisi Salah Satu Bayi Kembar Lima Kritis

Senin, 30 April 2007 20:49 WIB | 605 Views

Yogyakarta (ANTARA News) - Kondisi satu dari lima bayi kembar buah hati pasangan Rudi Kuswoyo (29) dan Yuli Suhana (26) yang lahir di RS dr Sardjito Yogyakarta, Jumat (27/4), saat ini masih kritis.

"Bayi terkecil yang lahir berjenis kelamin laki-laki dengan berat 730 gram mengalami infeksi gangguan pernafasan dan organ pencernaan sehingga membutuhkan perawatan intensif," kata Dr Setya Wandito SpA (K), dokter yang menangani kesehatan kelima bayi tersebut, Senin.

Ia mengatakan, kondisi tersebut sudah diantisipasi oleh tim dokter karena bayi yang lahir prematur fungsi organ tubuhnya belum benar-benar sempurna.

Bayi tersebut lahir saat usia kandungan Yuli baru menginjak usia 29 minggu, sedangkan organ bayi akan tumbuh sempurna ketika kandungan telah berusia 37-40 minggu.

Setelah lahir, kelima bayi dibantu dengan ventilator (alat bantu pernafasan), namun saat ini hanya satu bayi yang masih dibantu dengan ventilator, yakni bayi yang paling kecil.

"Semakin kecil bayi maka semakin lemah pula kondisi organ tubuhnya," katanya.

Disebutkan, bayi yang saat lahir beratnya kurang dari 1.000 gram, kemungkinan hidupnya 30 hingga 40 persen. Sedangkan bayi yang saat lahir beratnya di atas 1.000 gram memiliki kemungkinan hidup 70-80 persen.

Bayi yang pertama lahir dengan berat 1.184 gram (laki-laki), nomor dua 950 gram (laki-laki), nomor tiga 730 gram (laki-laki), nomor empat 1.080 gram (laki-laki), dan nomor lima atau yang lahir terakhir beratnya 842 gram (perempuan).

Sementara itu, Rudi ayah dari bayi kembar itu mengaku merasa terlalu berat bila harus menanggung biaya perawatan kelima bayinya tanpa keringanan dari pihak rumah sakit.

"Biaya perawatan untuk masing-masing bayi mencapai Rp 1 juta setiap harinya, padahal menurut dokter kelima bayi ini harus dirawat sekurang-kurangnya dua bulan hingga beratnya mencapai sekitar dua kilogram," kata pria asal Pacitan itu.

Rudi yang bekerja sebagai wiraswasta tersebut berharap ada pihak-pihak yang mau membantu meringankan bebannya.

Walaupun begitu, ia tetap ingin merawat sendiri kelima bayi kembarnya itu hingga dewasa.

"Semoga saya diberi rezeki lebih untuk membesarkan kelima anak tersebut serta mampu membiayai pendidikan mereka setinggi mungkin," kata Rudi.(*)

Editor: Bambang

COPYRIGHT © 2007

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Tim DVI Mabes Polri bantu identifikasi korban MH-17 di Belanda

Tim DVI Mabes Polri bantu identifikasi korban MH-17 di BelandaSebanyak enam orang anggota tim Disaster Victim Investigation (DVI) Mabes Polri Indonesia akan membantu Pemerintah ...

Ramai-ramai mencoblos di TPS "Piala Dunia"

Ramai-ramai mencoblos di TPS Warga Kelurahan Sungai Biru Banjarmasin, Kalimantan Selatan, antusias datang ke TPS 01 "Piala Dunia", di kota ...

Aksesi FCTC dinilai dapat lindungi anak Indonesia

Aksesi FCTC dinilai dapat lindungi anak IndonesiaAksesi Kerangka Kerja Pengendalian Produk Tembakau yaitu FCTC (FrameWork Convention on Tobacco Control) dinilai dapat ...