Selasa, 25 Juli 2017

Atraksi tatung Singkawang pukau penonton Festival Cap Go Meh

| 11.595 Views
Atraksi tatung Singkawang pukau penonton Festival Cap Go Meh
Seorang tatung (orang yang kerasukan arwah leluhur) mengikuti karnaval perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat. ( ANTARA/Wahyu Putro A.)
Tidak hanya Singkawang saja yang mendapat kebagian di kasih uang, tapi juga semua warga Kalimantan Barat juga akan kebagian."
Pontianak (ANTARA News) - Ratusan atraksi tatung memperlihatkan kekebalannya dalam memainkan senjata tajam memukau perhatian penonton yang hadir dalam Festival Cap Go Meh Singkawang, Minggu.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Christiandy Sanjaya saat membuka resmi ajang berskala international itu mengajak para wisatawan Nusantara maupun mancanegara yang hadir untuk bersama-sama menyaksikan peristiwa yang sangat langka dan hanya ada di Kota Singkawang.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Singkawan yang menyiapkan lima ratus lebih tatung yang akan tampil pada Festival Cap Go Meh.

Tatung dalam bahasa Hakka (hokian) adalah sebutan bagi orang yang dirasuki roh dewa atau leluhur sehingga mampu melakukan berbagai atraksi menantang maut secara luar biasa bagi orang kebanyakan.

Festival Cap Go Meh Singkawang sejak 2012 ditetapkan menjadi salah satu Wonderful Of The World (WOW) oleh Menteri Pariwisata RI karena tatung Singkawang sangat khas dan unik.

Dengan hadirnya 26 Duta Besar (Dubes) dari berbagai negara di Kota Singkawang pada saat ini, menurut dia, tentunya dapat mempromosikan Kota Singkawang lebih luas lagi.

"Tidak hanya Singkawang saja yang mendapat kebagian di kasih uang, tapi juga semua warga Kalimantan Barat juga akan kebagian," katanya.

Wali Kota Singkawang, Awang Ishak mengucapkan selamat datang kepada para Duta Besar (Dubes) dan wisatawan yang hadir pada Festival Cap Go Meh.

"Mari kita sama-sama menyaksikan Festival Cap Go Meh," kata Awang.

Pagelaran Festival Cap Go Meh diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Singkawang, katanya menambahkan.

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga