Sejumlah Pesawat Tempur TNI AU Latihan Penembakan

Rabu, 2 Mei 2007 16:11 WIB | 1790 Views

Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah pesawat tempur Skuadron I Pangkalan Udara (Lanud) Supadio, Pontianak, TNI Angkatan Udara (TNI-AU) melaksanakan latihan penembakan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, untuk meningkatkan kemampuan penembakan dari udara ke darat (Air to Ground Missile `Maverick` (AGM-65).

"Tidak itu saja, latihan ini juga bertujuan membekali penerbang tempur TNI AU untuk memahami karakteristik dari medan latihan yang berbeda-beda," kata Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Kolonel Pnb Abdul Muis di Madiun, Jawa Timur, Rabu.

Dalam latihan yang bertajuk "Elang Khatulistiwa" itu, Skuadron I Lanud Supadio mengerahkan lima pesawat tempur buatan Hawk 109/209 yang akan bersama-sama melakukan berbai manuver tempur lainnya bersama pesawat-pesawat tempur F-5 Tiger (Skuadron 14), F-16 Fighting Falcon (Skuadron 3) dan pesawat Hawk MK-53 dari Skuadron 15, masing-masing dari Lanud Iswahjudi, Madiun.

Abdul Muis mengatakan, pesawat-pesawat tempur Hawk 109/209 dari Skuadron I senantiasa melakukan latihan tempur baik di home base-nya di Lanud Supadio, Pontianak, maupun dengan skuadron lain di lanud-lanud lainnya.

"Khusus untuk latihan penembakan, Lanud Supadio belum memiliki fasilitas lapangan tembak dari udara ke darat (Air Weapon Range/AWR) untuk pesawat-pesawat tempur, karena itu latihannya dilakukan di beberapa lanud yang memiliki fasilitas AWR seperti Lanud Pekanbaru, Lanud Iswahjudi dan Lanud Syamsudin Noor, Banjaramasin," tuturnya.

Latihan penembakan dari udara ke darat yang berlangsung hingga 12 Mei itu akan menggunakan peluru, roket dan bom.(*)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2007

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Singkawang miliki sekolah alam

Singkawang miliki sekolah alamPemerintah Kota Singkawang, Kalbar, memiliki satu sekolah negeri yang mengembangkan metode pendidikan dengan berbasis ...

Menteri: Kuota polwan diharapkan minimal 30 persen

Menteri: Kuota polwan diharapkan minimal 30 persenMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar mengharapkan, kuota polisi wanita ...

Komisi IV bahas perkebunan

Komisi IV bahas perkebunanKomisi IV DPR RI akan memberikan kewenangan kepada Direktorat Jenderal Perkebunan untuk mengelola industri perkebunan ...