Kebaya Batik Adjie Notonegoro Jadi Koleksi Galeri Australia

Rabu, 2 Mei 2007 16:45 WIB | 7480 Views

Berita Terkait
Canberra (ANTARA News) - Perancang busana kondang Indonesia, Adjie Notonegoro, akan menyerahkan salah satu dari 25 hingga 30 koleksi kebaya batik terbarunya untuk Galeri Nasional Australia (NGA) sebagai bagian dari misinya mengharumkan nama bangsa dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia ke manca negara dalam setiap pameran fesyennya.

"Satu kebaya batik rancangan saya itu diserahkan ke Galeri Nasional Australia di sela 'fashion show' di Canberra, Jumat malam," katanya saat ditemui di rumah dinas wakil duta besar RI di Canberra, Rabu.

Menurut dia, dirinya senantiasa membawa tema Indonesia dan secara sungguh-sungguh mempromosikan kekayaan budaya bangsa karena dengan mode pakaian.

Adjie bersama 17 anggota "House of Adjie", termasuk 10 orang model, berada di Canberra selama sepekan hingga 6 Mei 2007 untuk mengadakan pameran rancangan tunggal di The Playhouse, Canberra Theatre Center, Civic Square, London Circuit, Canberra, Jumat malam (4/5).

"Kita harus membawa nama Indonesia karena saat ini adalah waktu yang tepat bagi kita (para perancang Indonesia-red.) untuk mempromosikan kekayaan budaya bangsa, termasuk kebaya," katanya.

Ia mengatakan Ibu Negara Ani Yudhoyono bersama pihaknya pada 14 November lalu telah berhasil mematenkan kebaya sebagai karya milik bangsa Indonesia dan dalam waktu yang tidak terlalu lama, pihaknya juga ingin mematenkan "motif Batik Indonesia".

Adji selama ini memperoleh kepercayaan dari para para presiden RI sejak Presiden Soeharto hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk merancang baju batik bagi mereka itu.

Selain di NGA, salah satu karya Adji juga telah berada di Museo del Traje, museum fesyen dunia, di Madrid, Spanyol seusai melakukan pameran di kota itu tahun lalu.

"Pada masa Presiden Gus Dur (Abdurrahman Wahid), saya pernah memberikan Gus Dur baju batik Yogya, dan sejak itu, banyak orang menyebutnya Batik Gus Dur," katanya.

Menyinggung tentang popularitas kebaya di Tanah Air, ia mengatakan, busana itu sejak lima tahun terakhir tidak lagi identik dengan busana orang tua karena perempuan muda Indonesia juga sudah meminati dan mengenakannya dalam berbagai situasi.

Para perancang Indonesia pun telah membuat kebaya modern yang bisa dipadukan dengan celana panjang, kata perancang yang juga merupakan perancang pilihan keluarga Sultan Pahang, Malaysia, dan keluarga kesultanan Brunei Darussalam itu.

Ibu Negara Ani Yudhoyono termasuk di antara kalangan penting Tanah Air yang ikut memopulerkan kebaya Indonesia, kata perancang yang mengaku sebuah kebaya buatannya berharga sepuluh hingga 25 juta rupiah itu. (*)

Editor: Bambang

COPYRIGHT © 2007

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar

Banten akan gelar festival debus

Banten akan gelar festival debusDinas Budaya dan Pariwisata, Kepolisian Daerah dan Badan Promosi Pariwisata Daerah Banten akan menggelar festival ...

Widi "B3" dan Dwi Sasono bergiliran baca untuk anak

Widi Penyanyi Widi Mulia alias Widi "B3" bersama suaminya aktor Dwi Sasono bergantian membacakan buku untuk anak ...

Tips melancong bersama pasangan

Tips melancong bersama pasanganMencari teman yang cocok untuk melancong bersama rasanya susah-susah gampang. Orang terkasih bisa jadi pilihan untuk ...