Paris (ANTARA News) - Dua reaktor nuklir yang dibangun di Kota Taishan, Tiongkok selatan, akan beroperasi beberapa bulan lebih lambat dari rencana menurut China General Nuclear Power (CGN), yang mengerjakan proyek tersebut bersama perusahaan Prancis EDF.

"Taishan Nuclear baru-baru ini melakukan evaluasi komprehensif mengenai rencana dan risiko relevan konstruksi berikutnya, dan setelah melakukan pertimbangan, kami memutuskan untuk mengatur ulang rencana konstruksi proyek Taishan," kata CGN dalam pernyataan yang diajukan pada Senin larut malam ke bursa efek Hong Kong.

"Operasi komersial Taishan Unit 1 dan Taishan Unit 2 diatur ulang berturut-turut dari awalnya pada paruh pertama 2017 dan paruh kedua 2017 menjadi paruh kedua 2017 dan paruh pertama 2018", demikian pernyataan CGN yang dikutip kantor berita AFP.

Pembangunan pembangkit Taishan dimulai tahun 2009.

Kedua reaktor itu merupakan tipe European Pressurized Reactor (EPR) generasi ketiga yang belum dicoba di belahan dunia mana pun, dan pengoperasian reaktor tersebut sebelumnya mengalami penundaan pada 2016.

Inggris pada September tahun lalu memberikan lampu hijau dengan syarat kepada EDF dan CGN untuk membangun reaktor serupa di Hinkley Point setelah perdebatan sengit terkait keterlibatan Tiongkok.

Setelah penundaan EPR di Finlandia dan Prancis, kedua reaktor di Tiongkok akan menjadi reaktor EPR pertama yang beroperasi.(ab/)

Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2017