Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir jatuh pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena para pejabat Federal Reserve AS mengisyaratkan kenaikan suku bunga pada Maret.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April turun 17,1 dolar AS, atau 1,37 persen, menjadi menetap di 1.232,90 dolar AS per ounce.

Pernyataan Gubernur Federal Reserve Lael Brainard adalah fitur hari ini, saat ia berpidato di Kennedy School at Harvard University setelah penutupan pasar pada Rabu (1/3), bahwa kenaikan suku bunga akan datang lebih cepat daripada yang diperkirakan, kemungkin selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Maret.

Investor sekarang percaya the Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,75 ke 1,00 selama pertemuan FOMC Maret. Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikkan suku bunga mencapai 78 persen pada pertemuan Maret dan 70 persen untuk pertemuan Mei.

Emas diletakkan di bawah tekanan lebih lanjut karena laporan klaim pengangguran mingguan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis menunjukkan klaim pengangguran awal turun 19.000 ke level 223.000 pada minggu yang berakhir 25 Februari. Analis mencatat bahwa angka ini jauh lebih baik dari perkiraan dan jauh lebih baik daripada perkiraan paling optimis.

Dolar AS juga bergerak sebagai reaksi terhadap komentar Fed, sehingga indeks dolar AS naik 0,4 persen menjadi 102,18 pada pukul 19.15 GMT. Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Perak untuk pengiriman Mei turun 74,1 sen atau 4,01 persen menjadi ditutup pada 17,748 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 29 dolar AS, atau 2,85 persen, menjadi ditutup pada 989,90 dolar AS per ounce, demikian Xinhua.

(UU.A026)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017