Selasa, 26 September 2017

Polisi Purbalingga gunakan wayang saat operasi simpatik

| 3.276 Views
Polisi Purbalingga gunakan wayang saat operasi simpatik
Dua personel Polwan Polda Metro Jaya membawa ikon ondel ondel serta tulisan imbauan tertib berlalu lintas dalam rangka Operasi Simpatik Jaya 2015 di Kawasan Bundaran HI Jakarta, Rabu (8/4). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Purbalingga (ANTARA News) - Petugas Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Purbalingga, Jawa Tengah, menggunakan wayang kulit sebagai media sosialisasi keselamatan berlalu lintas saat menggelar Operasi Simpatik Candi 2017.

Dalam operasi yang digelar di simpang empat Taman Usman Janatin, Purbalingga, Senin, Brigadir Teguh Riyanto yang bertindak sebagai dalang berupaya mencari sasaran pengendara sepeda motor yang melintas di tempat itu.

Ketika mendapatkan sasaran, Brigadir Teguh Riyanto segera memainkan wayangnya sembari memberikan imbauan-imbauan tentang tertib berlalu lintas.

Terkait kegiatan tersebut, Kepala Satlantas Polres Purbalingga Ajun Komisaris Polisi Sukarwan mengatakan pihaknya akan terus melakukan inovasi untuk mengajak masyarakat tertib berlalu lintas.

"Dalam rangka Operasi Simpatik Candi 2017, Satlantas Polres Purbalingga kembali melakukan kegiatan pembinaan kepada pengendara untuk tertib berlalu lintas.

"Kemarin, kami menggelar Dikmas On The Truck, kali ini wayang lalu lintas khas Polres Purbalingga turun ke jalan," katanya.

Menurut dia, kegiatan yang dilakukan berupa menampilkan wayang lalu lintas di dekat simpang empat lampu pengatur lalu lintas.

Di tempat itu, kata dia, sang dalang memainkan wayang sekaligus memberikan imbauan kepada pengguna jalan.

"Selain menampilkan wayang lalu lintas, kami juga membagikan buku tulis kepada anak yang membonceng kendaraan lengkap menggunakan helm. Kami juga memberikan helm bagi anak-anak yang kedapatan tidak memakai helm," katanya.

Dia mengharapkan melalui kegiatan tersebut, masyarakat mengetahui bahwa Operasi Simpatik masih berlangsung.

Sementara melalui media wayang lalu lintas, kata dia, akan menarik masyarakat untuk mendengarkan imbauan yang disampaikan.

Menurut dia, pembagian helm dan buku kepada anak-anak ditujukan agar mereka lebih dini paham tata cara berlalu lintas yang baik.

Ia mengatakan pendekatan kepada anak-anak dapat menghilangkan rasa takut mereka terhadap polisi.

"Dalam Operasi Simpatik 2017 ini, kami mengedepankan upaya preemtif dan preventif dengan memberi teguran simpatik kepada pelanggar. Untuk penindakan, kami fokuskan hanya pada pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas," katanya.

Sukarwan mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara.

"Sebelum berkendara, lebih dulu cek kelengkapan kendaraan termasuk surat-suratnya untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas," tegasnya.

Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga