Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengatakan Indonesia akan serius menyasar kerja sama ekonomi dengan Oman untuk membuka akses pasar ke Timur Tengah.

Thomas dalam jumpa pers terkait "Indonesia-Korea Business Summit" di Jakarta, Rabu, mengatakan negara tersebut strategis untuk jadi pembuka pasar Timur Tengah, karena letaknya yang di mulut Teluk Oman.

"Kelihatannya Oman itu jadi semacam hub, sentra untuk industri dan logistik Timur Tengah. Memang posisinya sangat strategis, di mulut teluk Timur Tengah," tuturnya.

Mantan Menteri Perdagangan itu menuturkan, lokasi Oman juga strategis lantaran bersebelahan dengan Uni Emirat Arab. Namun, berbeda dengan UEA yang fokus jadi hub penerbangan, perdagangan dan keuangan, Oman justru jadi hub perindustrian, logistik dan perdagangan migas.

"Banyak perdagangan migas dari Oman," ujarnya.

Thomas menjelaskan, dalam hal investasi, tujuan pemerintah tidak hanya sekadar menarik investasi ke Indonesia melainkan membuka akses pasar ke Timur Tengah.

Hal itu penting lantaran kawasan Timur Tengah selama ini masih kurang mendapat perhatian kendati potensinya sangat besar.

"Sama halnya dengan KTT IORA kemarin, ternyata banyak negara-negara yang populasinya besar, pertumbuhan ekonominya tinggi tapi tidak kita perhatikan," ucapnya.

Oleh karena itu, pertemuan bilateral Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan Ketua Dewan Negara Oman Yahya bin Mahfood Al Manththri, Selasa (7/3), akan menjadi stimulan untuk memulai kerja sama ekonomi kedua negara.

"Saya kira ini baru awal dari dialog untuk menggenjot investasi dua arah. Juga bisa untuk menggalang wisatawan mancanegara dari sana, tentu kita juga berharap mereka investasi ke sini," ungkap Thomas.

(A062/C004)

Pewarta: Ade Irma Junida
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017