Jumat, 22 September 2017

Dirjen TP: Bulog dibawah kendali Menteri Pertanian

| 6.033 Views
Dirjen TP: Bulog dibawah kendali Menteri Pertanian
ilustrasi: Petugas mengecek beras bantuan pangan nontunai saat kunjungan Presiden Joko Widodo dan menteri Kabinet Kerja di Kawasan Pergudangan Bulog Drive DKI Jakarta, Selasa (14/2/2017). Presiden Joko Widodo mengatakan proses pendistribusian bantuan pangan nontunai berupa beras dan gula akan dilakukan pada 23 Februari 2017 yang menyasar 1,4 juta jiwa atau Kelompok Penerima Manfaat (KPM) dengan cara penyaluran bantuan lewat e-warung. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
Situbondo (ANTARA News) - Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Dirjen TP Kementan RI) Sumardjo Gatot Irianto menyatakan bahwa selama enam bulan ke depan Bulog dibawah kendalai Menteri Pertanian dalam hal untuk menyerap gabah petani.

"Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) yang ada saat ini terhitung mulai Maret hingga Agustus 2017 (enam bulan) Badan Urusan Logistik dibawah kendali Menteri Pertanian," katanya saat kunjungan kerja memantau tanam dan panen raya padi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Kamis.

Ia mengemukakan, Bulog ditargetkan minimal harus dapat menyerap gabah/beras petani sebanyak 4 juta ton dalam kurun waktu enam bulan mulai Maret sampai Agustus mendatang (selama musim panen).

Pada tahun lalu (2016), katanya, target serapan gabah petani secara nasional hanya 3 juta ton dalam kurun waktu satu tahun.

"Target menyerap gabah/beras sebanyak 4 juta ton selama enam bulan ini cukup luar biasa karena pada tahun lalu target 3 juta ton didapatkan satu tahun," ucapnya.

Menurut Sumardjo Gatot Irianto, selain kunjungan kerjanya untuk mendorong peningkatan produksi padi juga untuk memastikan luas tambah tanam sesuai target yang disepakati.

"Tujuannya harapannya agar supaya panen padi terus ada sepanjang tahun dan pasokannya tercukupi serta harganya tidak bergejolak," tuturnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Indonesia sudah mengekspor beras ke beberapa negara diantaranya, seperti Papua Nugini dan Srilangka dan harapan kedepan negara-negara tetangga dapat dipasok oleh Indonesia.

(T.KR-ZUM/T007)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga