Jakarta (ANTARA News) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, ditutup menguat 18,69 poin di tengah fundamental ekonomi nasional yang masih cukup kuat.

IHSG BEI ditutup naik 18,69 poin atau 0,34 persen menjadi 5.409,37 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 2,93 poin (0,32 persen) menjadi 896,29 poin.

"IHSG menguat setelah sempat terkoreksi pada awal sesi, kuatnya fundamental perekonomian Indonesia," kata Analis Asjaya Indosurya Securities, William Surya Wijaya di Jakarta, Senin.

Kendati demikian, menurut dia, IHSG masih berada dalam rentang konsolidasi di tengah data ekonomi yang bervariasi. Data indeks kepercayaan konsumen meningkat, namun dari sisi penjualan ritel menurun.

"Situasi itu cukup mempengaruhi pola investasi dari kalangan investor di pasar modal sehingga penguatan IHSG relatif terbatas," katanya.

Sementara itu, Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan bahwa IHSG bergerak optimis dipengaruhi oleh aksi beli investor asing. Dalam data BEI, investor asing memmbukukan beli bersih atau "foreign net buy" sebesar Rp406,834 miliar pada awal pekan ini (Senin, 13/3).

"Outlook kredit di Indonesia yang cenderung positif di tahun ini menjadi salah satu faktor pendorong investor melakukan aksi beli," katanya.

Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan pada awal pekan ini (Senin, 10/3) sebanyak 290.578 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,164 miliar lembar saham senilai Rp5,43 triliun.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 261,00 poin (1,11 persen) ke level 23.829,67, indeks Nikkei naik 29,14 poin (0,15 persen) ke level 19.633,75, dan Straits Times menguat 13,80 poin (0,44 persen) posisi 3.147,15.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2017