Sabtu, 19 Agustus 2017

Menteri Perdagangan bagikan tanaman cabai di Jember

| 4.613 Views
Menteri Perdagangan bagikan tanaman cabai di Jember
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jember (ANTARA News) - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jember, Kamis membagikan tanaman cabai rawit milik Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi Jember yang sudah berbunga kepada Bupati Jember Faida.

Tanaman itu akan dibagikan kepada masyarakat Jember, perwakilan TNI, Polri, dan kelompok tani.

Di sela-sela kegiatan tersebut, Enggar juga menanam pohon kenangan buah nusantara jenis durian merah kaki tiga dan memberikan santunan kepada fakir miskin dengan membagikan beras super kepada fakir miskin.

Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Taruna Bhumi Jember HM Arum Sabil mengatakan gerakan penanaman sejuta bibit cabai dilakukan bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) untuk meningkatkan ketahanan pangan cabai.

"Selama ini, cabai dianggap komoditas yang remeh tidak bermakna, namun saat alam murka dan petani tidak berdaya, maka cabai menjadi komoditas penentu yang dominan terhadap inflasi di negeri ini," tuturnya.

Ia berharap gerakan menanam sejuta cabai itu dapat memotivasi masyarakat lain untuk melakukan gerakan yang sama, apalagi dengan inovasi, maka tanaman cabai rawit itu bisa dikembangkan di mana saja, bahkan di lahan tandus sekalipun.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita beserta istri serta Dirjen Perdagangan dan Kadis Perdagangan Provinsi Jawa Timur melakukan berbagai rangkaian kegiatan di Kabupaten Jember yakni meninjau pameran produk lokal khas Jember seperti kopi, kakao, edamame, dan beras organik yang memiliki potensi untuk diekspor.

Setelah melihat sejumlah produk lokal khas Jember, Menteri Enggar melakukan kunjungan untuk memantau harga bahan pokok di Pasar Tanjung Jember sambil berdialog dengan para pedagang yang berada di pasar induk tradisional Jember.

(T.KR-ZUM/S027)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga