Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Perhubungan mendukung kepolisian melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat, Samudra Sejahtera di Samarinda, Kalimantan Timur.

"Saya mengapresiasi yang dilakukan pihak kepolisian di Pelabuhan Samarinda hari ini dan saya minta kepada seluruh pemangku kepentingan perhubungan untuk menjadikan ini sebagai koreksi untuk diri sendiri," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, di Sambas, Kalimantan Barat, melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menhub menyatakan OTT tersebut merupakan pekerjaan yang luar biasa dan konsisten untuk memberikan dukungan agar tercipta pemerintahan yang baik.

Menhub dan Kementerian Perhubungan, sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo, terus konsisten untuk memberantas praktek pungli di sektor transportasi.

Satgas operasi pemberantasan pungli (OPP) Kemenhub terus bekerjasama dengan pihak Kepolisian melaporkan tindakan-tindakan yang mengarah pada praktek-praktek pungli.

Peringatan secara terus-menerus telah diberikan kepada seluruh jajaran di Kemenhub maupun pemangku kepentingan terkait untuk tidak melakukan praktek-praktek pungli dan melakukan kegiatan yang lebih baik dalan jalankan pemerintahan.

Kemenhub tidak segan-segan memberikan sanksi tegas jika ada jajarannya diketahui terlibat praktek pungli, dan akan menyerahkan kepada pihak yang berwenang untuk dilakukan proses hukum.

Ditambahkan, Kemenhub berkomitmen penuh untuk memberantas praktek pungli yang ada di sektor transporasi yang dapat menghambat pelayanan jasa transportasi.

Timm gabungan polisi yang berjumlah 100 personel, pada Jumat pagi (17/3) sekitar pukul 09. 00 Wita. menggeledah Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) di kawasan Pelabuhan Peti Kemas Palaran Samarinda.

Dari penggeledahan tersebut, tim gabungan yang juga dikawal personel Brimob Polda Kaltim menyita uang Rp6,1 miliar, dua unit CPU serta sejumlah dokumen.

(A025/H005)

Pewarta: Ahmad Wijaya
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017