Jumat, 18 Agustus 2017

Anies-Sandi katakan tanda tangan mereka dipalsukan di kontrak syariat Islam

| 4.645 Views
Anies-Sandi katakan tanda tangan mereka dipalsukan di kontrak syariat Islam
Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kiri) dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (ketiga kanan) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kiri) menyapa warga saat menghadiri deklarasi dukungan putaran kedua Pilkada DKI di Kelapa Gading Sports Mall, Jakarta, Selasa (14/3/2017). Partai Persatuan Indonesia (Perindo) resmi memberikan dukungan kepada pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno. (ANTARA/M Agung Rajasa)
Jakarta (ANTARA News) - Calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menyatakan tanda tangan mereka dipalsukan dalam akad kontrak mengenai rencana penerapan syariat Islam di Jakarta.

"Ini fitnah lagi, setelah fitnah-fitnah sebelumnya. Tanda tangan saya tidak seperti itu," kata Anies di Jakarta, Minggu.

Sandiaga juga merasa nama dan tanda tangannya dicatut dalam akad kontrak itu dan menyatakan heran mengetahui ada orang atau kelompok yang mau repot untuk membuat akad kontrak semacam itu.

"Jelas-jelas itu bukan tanda tangan saya," kata Sandiaga.

Wakil Ketua Tim Media Anies Sandi, Naufal Firman Yursak, juga menegaskan bahwa Anies dan Sandi tidak pernah menandatangani akad tersebut. "Dan itu palsu," katanya.

Ia meminta relawan dan simpatisan Anies dan Sandi tenang menanggapi kabar bohong itu.

"Kami mengajak kepada para relawan, simpatisan dan warga untuk tetap fokus pada program kerja dan makin kerja keras memenuhi harapan warga Jakarta untuk menciptakan perubahan di Ibu Kota," katanya.

Anies dan Sandi mengikuti pemilihan gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta putaran kedua bersaing dengan pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

 Baca juga: (PAN segera deklarasikan dukungan terhadap Anies-Sandi)

Editor: Maryati

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga