Minggu, 28 Mei 2017

BMKG imbau jangan khawatirkan dampak Equinox

| 6.725 Views
BMKG imbau jangan khawatirkan dampak Equinox
ilustrasi: Seorang warga merekam suasana pantai Ampenan yang dilanda gelombang tinggi, Mataram, NTB, Selasa (7/2/2017). (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Banjarbaru (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi (BMKG) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengimbau seluruh masyarakat jangan mengkhawatirkan dampak Equinox.

"Kami mengimbau masyarakat tidak mengkhawatirkan dampak equinox," ujar Kasi Data dan Informasi BMKG Staklim Klas I Banjarbaru Miftahul Munir di Kota Banjarbaru, Minggu.

Pernyataan itu menjawab isu melalui pesan siaran yang menyebar di media sosial terkait fenomena Equinox yang melanda Singapura, Malaysia, dan Indonesia selama 5 hari ke depan.

Isi pesan siaran menyebutkan dampak Equinox akan meningkatkan suhu yang cukup signifikan hingga mencapai 40 derajat celcius sehingga masyarakat diminta berdiam diri di rumah.

"Saat ini suhu udara rata-rata 27 derajat celcius dan saat Equinox suhu diperkirakan antara 32 hingga 34 derajat celsius sehingga masih dalam suhu yang normal," ungkapnya.

Dijelaskan, Equinox adalah fenomena alam saat matahari melintasi khatulistiwa dan terjadi sebanyak dua kali dalam satu minggu yakni sekitar tanggal 20-21 Maret dan 22-23 September.

Ia mengatakan, posisi Kalsel terletak pada Lintang Selatan antara 2 sampai 4 derajat sehingga matahari tepat di atas Kalsel terjadi sebelum 20 Maret dan sesudah 23 September

"Tidak ada pengaruh suhu signifikan dan suhu panas yang terjadi saat ini lebih dikarenakan fenomena akibat gelombang MJO lewat yang menekan turunnya hujan di pertengahan Maret," jelasnya.

Ditekankan, fenomena alam tersebut merupakan peristiwa biasa akibat bumi mengelilingi matahari dan dampak yang paling jelas adalah panjang siang dan malam sama di seluruh muka bumi.

Dikatakan, Equinox bukan merupakan fenomena seperti HeatWave yang terjadi di Afrika dan Timur Tengah yang dapat mengakibatkan peningkatan suhu udara secara besar dan bertahan lama.

"Equinox di Indonesia terjadi satu hari dan tahun ini terjadi pada 20 Maret 2017 pukul 17:29 WIB dan 23 September 2017 pukul 03:02 WIB sehingga di Kalsel sudah malam," ujarnya.

Sementara itu, pesan siaran melalui media sosial masih diterima masyarakat yang disarankan berdiam di dalam rumah pada pukul 12.00 - 15.00 WIB tanggal 20 Maret 2017 terkait fenomena Equinox.

Masyarakat disarankan meletakkan baskom yang diisi air separuhnya di ruang tamu untuk menjaga kelembaban udara dan disarankan pula menaruh lilin di luar rumah mendeteksi tingkat panas.

"Saya juga menerima pesan siaran itu dan setelah mencari informasi mengenai Equinox melalui berbagai media akhirnya bisa memahami bahwa dampaknya tidak separah itu," ujar Udin satu warga Kota Martapura.

(T.KR-YRZ/H005)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga