Jakarta (ANTARA News) - Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui Tim Sympathy of Solidarity (SOS) menyalurkan bantuan untuk korban bencana kelaparan di tiga negara di Afrika, yakni Somalia, Sudan Selatan dan Nigeria serta Yaman.

ACT telah menyalurkan 2,6 ton paket bantuan bahan pangan dari Indonesia ke Somalia. Bantuan tahap pertama ini disalurkan ke sejumlah wilayah, seperti Lower Shabelle dan Bay Region, demikian disampaikan Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu.

"Bangsa Indonesia khususnya umat Islam punya tanggung jawab sosial untuk meringankan beban saudara-saudaranya di negara lain yang membutuhkan bantuan. Ini merupakan kemuliaan dari sisi kemanusiaan sehingga umat Islam harus berperan mengulurkan bantuan kepada negara yang dilanda kelaparan tersebut," kata Bachtiar Nasir saat pelepasan relawan ACT di Masjid Al-Azhar Jakarta.

Ia juga mengimbau agar umat Islam Indonesia membantu program bantuan ACT untuk bencana kelaparan di wilayah tersebut karena . "Ini adalah sebuah program yang sangat mulia dan terhormat, mulia dari sisi agama dan terhormat sebagai bangsa Indonesia," ujar Ketua Alumni Universitas Islam Madinah itu.

Menurutnya, kepedulian dan uluran tangan umat Islam untuk kemanusiaan akan mengangkat citra positif bangsa Indonesia di mata internasional. Karenanya, program kemanusiaan ACT perlu mendapatkan perhatian masyarakat Indonesia dari semua elemen mulai dari kalangan bawah, menengah, dan atas.

Sebelumnya, SOS mendistribusikan bantuan pangan ke Kampung Kukari di Lower Shabelle yang terletak sekitar 40 km dari Mogadishu. Kampung Kukari merupakan kampung tidak resmi yang dihuni oleh pengungsi.

Selain itu, Tim SOS juga menyalurkan bantuan ke Kota Baidoa di Bay Region. Kota Baidoa kedatangan hampir 20 ribu pengungsi yang berasal dari desa-desa di sekitar kota tersebut yang mencari air bersih dan bantuan pangan.

Badan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB sendiri menyatakan empat negara di Afrika, yakni Yaman, Somalia, Sudah Selatan, dan Nigeria, mengalami bencana kelaparan dan malnutrisi terparah di dunia. Jumlahnya mencapai 20 juta jiwa dan sebagian besar anak-anak.

Di Yaman, sekitar 14,1 juta penduduknya menderita kelaparan parah. Di Nigeria ada sekitar 1,8 juta penduduknya juga hidup dalam kelaparan parah. Sementara Sudan Selatan dan Somalia, masing-masing sekitar 4,9 juta dan 2,9 juta menderita mengalami bencana kelaparan kritis.
(TZ.Z003/B/R010/R010)

Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2017