Minggu, 20 Agustus 2017

Jantung ISIS di Mosul diisolir, enam komandan legiun asing ISIS tewas

| 12.644 Views
Jantung ISIS di Mosul diisolir, enam komandan legiun asing ISIS tewas
Pasukan keamanan Irak menggeledah sejumlah pria sebelum memeriksa kartu identitas mereka mencari anggota ISIS di Mosul, Irak, Kamis (16/2/2017). (REUTERS/Khalid al Mousily)
Mosul, Irak (ANTARA News) - Helikopter-helikopter angkatan bersenjata Irak menggempur posisi-posisi ISIS di dalam Kota Tua, Mosul barat, ketika pasukan darat Irak bertempur sengit dari jalan ke jalan untuk mengurung jantung pertahanan ISIS dan simbol kekuatan ISIS di Irak, Masjid al-Nuri.

Serangan udara koalisi pimpinan AS yang mendukung pasukan Irak dalam kampanye merebut kembali Mosul itu juga menewaskan enam militan asing yang menjadi para panglima di front barat Mosul, termasuk seorang asal Rusia yang menjadi pemimpin senior ISIS, kata menteri pertahanan Irak.

Kemarin pasukan dari polisi federal Irak merangsek melewati stasiun kereta di Mosul barat untuk mengepung Masjid al-Nuri yang merupakan tempat dari mana pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi mendeklarasikan ISIS pada Juli 2014 setelah militan garis keras ini menguasai bentangan wilayah dari Irak sampai Suriah.

Baca juga: (Irak dekati jantung ISIS di Mosul barat, kejatuhan ISIS sudah di depan mata)

Baca juga: (Irak kepung jantung ISIS di kawasan Masjid Al Nuri, Mosul barat)

Warga kota Mosul segera mengungsi dari daerah-daerah pertempuran dan kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

"Polisi Federal dan pasukan Reaksi Cepat melanjutkan ofensifnya setelah operasi dihentikan akibat cuaca burul. Pasukan ini punya target merebut kembali bagian-bagian Kota Tua yang belum dikuasai," kata seorang juru bicara polisi seperti dikutip Reuters.

Perang merebut kembali benteng terkuat terakhir ISIS di Irak itu sudah memasuki bulan keenam. Pasukan Irak sejauh ini sudah menduduki kembali seluruh bagian timur kota Mosul, dan separuh dari bagian barat Mosul. Kini mereka fokus menguasai Kota Tua.


Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga