Kamis, 23 Maret 2017

Sopir angkot demo angkutan online di Bogor, pengguna angkot mengeluh

| 17.722 Views
id demo angkot, angkutan online, ojek online, demonstrasi sopir angkot, sopir angkot
Sopir angkot demo angkutan online di Bogor, pengguna angkot mengeluh
Sejumlah angkutan kota (angkot) melewati Tepas Salapan Lawang Dasakerta di Jalan Otista, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/1/2017). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)
Bogor, Jawa Barat (ANTARA News) - Warga Ciomas, Kabupaten Bogor, hari ini mendadak sulit mendapatkan angkutan umum karena para supir angkot tengah berunjuk rasa memprotes tansportasi online.

"Saya terpaksa izin ke kantor hari ini tidak bisa berangkat kerja. Karena angkot di wilayah saya sepi, dari pagi saya tungguin susah dapatnya," kata Gaisha (30), warga perumahan Ciomas, yang mengeluh sudah sejak pagi sulit mendapatkan angkot dan juga ojek online.

Gaisha sudah mencoba memesan ojek online, tetapi selalu gagal. "Udah coba pesan ojek online, tapi dari pagi gagal terus. Tidak bisa diakses," kata dia.

Gaisha bekerja di Jakarta, dari Ciomas ia perlu naik angkot ke stasiun kereta Bogor. Tetapi hingga pukul 09.40 WIB, ia tidak dapat melanjutkan perjalanan ke stasiun dan akhirnya memutuskan balik ke rumah.

Baca juga: (Angkot-ojek online Tangerang gelar konvoi damai)

"Saya terpaksa izin masuk kerja, saya pulang lagi ke rumah, di wilayah saya Ciomas banyak warga yang kesulitan dapat angkot," keluhnya.

Informasi dari Polresta Bogor Kota, demo angkot dilakukan sejumlah supir angkot trayek perbatasan yang didominasi dari wilayah Kabupaten Bogor.

Para supir angkot menggelar aksi mogok dan berkumpul di bawah jalan layang di Jl Sholeh Iskandar dengan tujuan akhir ke DPRD Kabupaten Bogor.

Menurut Polresta Bogor Kota, angkot yang mogok berasal dari trayek Cisarua, Cibedug, Cicurug, Pagelaran, Ciomas, Citereup, dan lainnya.

Para supir angkot mendesak pemerintah mengatur dan menata transportasi online.

Ketua Umum Organda Kota Bogor Moch Ischak mengaku telah mengimbau supir dan pemilik angkot untuk tidak ikut unjuk rasa karena dapat merugikan para supir.

"Kami sudah jauh-jauh hari mengimbau supir dan pemilik angkot untuk tidak usah ikut demo. Karena justru kita yang rugi, tidak narik penumpang tidak dapat penghasilan," kata Ischak.

"Kami juga sepakat dengan Pemerintah Kota Bogor yang akan membatasi operasional transportasi online ini dengan diberlakukannya sistem kuota, jadi masyarakat tetap punya altenatif untuk mendapatkan layanan transportasi."

Arus lalu lintas di Kota Bogor sendiri terpantau lancar dan beberapa angkot ternyata masih beroperasi. Sebaliknya ojek online yang biasa mangkal di trotoar dan taman-taman kota menjadi berkurang jumlahnya. Mereka tidak menggunakan atribut agar tidak mencolok.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga