Jumat, 22 September 2017

Ciri-ciri lembaga penyalur BBM satu harga di daerah tertinggal

| 4.209 Views
Ciri-ciri lembaga penyalur BBM satu harga di daerah tertinggal
(ANTARA FOTO Didik Suhartono)
Jakarta (ANTARA News) - PT Pertamina menginformasikan karakteristik lembaga-lembaga yang menyalurkan bahan bakar minyak satu harga di kawasan terpencil dan terluar Kalimantan.

Area Manager Communication and Relations Kalimantan PT Pertamina (Persero) Alicia Irzanova menjelaskan, setidaknya ada empat jenis lembaga penyalur BBM yang dapat digunakan untuk menyukseskan Program BBM Satu Harga di daerah 3T (Terpencil, Terluar, dan Terdepan).

Kempatnya adalah agen premium dan minyak solar (APMS), SPBU modular, APMS tangki khusus, dan SPBU mini. Pembagian ini dibuat karena ada beberapa karakteristik penyaluran di daerah-daerah 3T wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan.

Letak geografis lembaga penyalur mempengaruhi moda transportasi dan jenis lembaga peyalur yang akan dioperasikan.

Baca juga: (Pemerintah tunjuk Pertamina-AKR salurkan BBM satu harga)

Baca juga: (Pertamina realisasikan sembilan wilayah BBM satu harga)

APMS dioperasikan untuk melayani kebutuhan sekitar 40-80 kiloliter per hari, dengan bangunan standard sederhana dan menggunakan drum sebagai sarana penimbunan.

SPBU modular dioperasikan melayani kebutuhan sekitar 40-200 kl per hari. Tidak seperti SPBU di kota yang memiliki sarana timbun dan penjualan tersendiri, SPBU ini terdiri dari satu modul yang digunakan untuk sarana penimbunan dan penjualan.

APMS tangki khusus dengan perkiraan penjualan sebesar 40-200 kl. Penyaluran menggunakan mesin pompa atau sarana lainnya dan sarana penimbunan menyesuaikan dengan volume pengiriman kapal.

SPBU mini tampak seperti bangunan SPBU yang biasa dijumpai di kota, hanya saja bentuknya lebih sederhana dan jumlah dispenser atau pompa maksimal dua unit dengan perkiraan penjualan di SPBU mini sekitar 100-300 kl per hari.

Baca juga: (Sembilan wilayah telah realisasikan BBM satu harga)

Baca juga: (Pelayanan BBM satu harga dialihkan ke Jayapura)

"Keempat jenis lembaga penyalur tersebut digunakan sesuai dengan kondisi atau karakteristik lokasi penyaluran BBM," ujar Alicia.

Daerah terpencil namun dapat dijangkau dengan akses darat dapat menggunakan moda transportasi angkutan darat berupa truk atau mobil tangki. Lembaga penyalur yang disarankan untuk karakter geografis seperti ini adalah APMS atau SPBU modular.

Sedangkan pdaerah yang tidak dapat diakses oleh transportasi darat, seperti pegunungan, menggunakan dua alternatif, yaitu mobil tangki dan kapal pengangkut (barge) apabila memungkinkan menggunakan moda transportasi sungai atau moda tranportasi udara untuk daerah yang tidak dapat diakses melalui sungai.

Salah satu penyaluran BBM yang menggunakan transportasi sungai di Kecamatan Long Apari, Mahakam Hulu.

Salah satu karakter geografis yang juga sering ditemui di daerah 3T adalah berada di seberang lautan (pulau-pulau). Karakter ini dapat menggunakan mobil tangki dan kapal pengangkut dengan jenis lembaga penyalur APMS tangki khusus.

Baca juga: (BBM satu harga berlaku di Pulau Telo)

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga