Jakarta (ANTARA News) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, dibuka menguat sebesar 9,18 poin ditopang oleh fundamental ekonomi nasional yang kuat.

IHSG BEI dibuka naik 9,18 poin atau 0,26 persen menjadi 5.668,05 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 3,30 poin (0,35 persen) menjadi 940,53 poin.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Senin mengatakan bahwa fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai kuat masih menjadi salah satu faktor yang menopang IHSG.

"Segala upaya terus di lakukan oleh pemerintah untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi nasional yang terbaik pada tahun ini. Pemerintah akan menggunakan semua instrumen yang tersedia untuk memacu pertumbuhan ekonomi sehingga direspon positif pelaku pasar saham," katanya.

Kendati demikian, lanjut dia, secara teknikal pergerakan IHSG rentan terhadap koreksi, hal itu berkenaan dengan kenaikan beruntun IHSG pada pekan lalu. Tercatat, pada pekan lalu atau periode 3-7 April 2017 bergerak menguat 1,53 persen menjadi 5.653,48 poin dibandingkan pekan sebelumnya.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan bahwa meski dibayangi faktor teknikal, IHSG terlihat masih memiliki kemampuan besar untuk mencatatkan kenaikan menyusul investor asing yang masih terus melanjutkan aksi beli.

"Fundamental perekonomian yang stabil dan terkendali masih memicu capital inflow ke pasar saham domestik," katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, harga komoditas dunia yang sedang dalam tren penguatan juga turut memberikan kontribusi terhadap kenaikan IHSG, situasi itu akan menjaga laju IHSG ke depannya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Nikkei naik 119,82 poin (0,64 persen) ke level 18.784,45, indeks Hang Seng melemah 1,05 poin (0,00 persen) ke level 24.266,25, dan Straits Times menguat 1,65 poin (0,05 persen) posisi 3.177,69.

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2017