Yogyakarta (ANTARA News) - PT Kereta Api Indonesia serius meningkatkan keamanan dan kenyamanan pemakai jasa mereka. Di antara usaha itu, memberanta copet dan jaringannya yang beroperasi di stasiun kereta dan rangkaian kereta. 

Sebagaimana dilakukan Daerah Operasi VI Yogyakarta PT Kereta Api Indonesia di sejumlah stasiun kereta apinya. Ada empat copet ditangkap dalam sehari. 

"Dalam hari ini saja, ada empat copet yang tertangkap yaitu masing-masing satu di Stasiun Lempuyangan dan Tugu, serta dua orang di Stasiun Solo," kata Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta, Eko Budiyanto, di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, tindak kriminalitas di kereta atau stasiun diperkirakan meningkat menjelang bulan puasa dan Lebaran karena kebutuhan warga yag meningkat.

"Mereka memanfaatkan keramaian yang ada di transportasi umum. Bahkan tidak jarang dari mereka yang menyamar menjadi penumpang dengan membeli karcis secara resmi," katanya.

Salah satu pencopet, kata Eko tertangkap di kereta Prambanan Ekspres, sedangkan satu pencopet di Stasiun Lempuyangan tertangkap berkat bantuan closed circuit television (CCTV) yang terpasang di stasiun.

Eko menyebut, keberadaan CCTV di kompleks stasiun sangat membantu petugas dalam mengamankan stasiun. Di Stasiun Tugu setidaknya terdapat 16 CCTV dan di Lempuyangan sekitar 10 CCTV.

"Pengawasan keamanan di stasiun cukup ketat sehingga pelaku kriminalitas bisa mudah ditangkap," katanya.

Meskipun sudah ada sistem pengamanan dan petugas keamanan yang selalu disiagakan, namun Eko meminta penumpang tidak boleh lengah dalam menjaga barang bawaan mereka.

Namun begitu, ada perilaku korban pencopetan yang sering terjadi. 

Itu adalah keengganan mereka menjadi saksi pada proses peradilan pencopetan yang menimpa mereka. Korban-korban sudah lega dan ikhlas asal benda-benda yang dicopet bisa dikembalikan atau ditemukan lagi. 

Pewarta: Eka Rusqiyati
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2017