Tokyo (ANTARA News) - Dua kapal perang perusak Jepang pada Minggu memulai pelatihan bersama armada kapal induk CVN-70 Carl Vinson milik Amerika Serikat di Pasifik barat di dekat Semenanjung Korea, kata Angkatan Laut Jepang.

Dua kapal perang Jepang, "DD-106 Samidare" dan "DDG-78 Ashigara", meninggalkan perairan barat Jepang pada Jumat untuk bergabung dengan "Carl Vinson" dalam pertunjukan kesetiakawanan ketika AS menghadapi uji nuklir dan peluru kendali balisitk Korea Utara.

Kedua kapal perang tersebut akan berlatih sejumlah variasi taktik dengan gugus tempur AS, kata Pasukan Bela Diri Laut Jepang (MSDF) dalam pernyataan.

Presiden AS Donald Trump memerintahkan gugus tempur Carl Vinson berlayar menuju perairan di Semenanjung Korea sebagai tanggapan atas peningkatan ketegangan di Korea Utara.

Militer Jepang memerintahkan kedua kapal perang untuk menemani Carl Vinson menuju Utara minimal hingga Laut China Selatan, tutur salah seorang nara sumber yang enggan disebutkan identitasnya.

MSDF tidak menjelaskan berapa lama kedua kapal tersebut akan bersama kapal induk AS.

Korea Utara akan merayakan ulang tahun ke-85 berdirinya Angkatan Bersenjata Korea Utara pada hari Selasa. Dalam perayaan hari-hari penting sebelumnya Korea Utara selalu melakukan uji coba senjata.

Korea Utara telah melakukan lima kali uji coba senjata nuklir, dua kali pada tahun lalu, dan melakukan sejumlah uji coba rudal balistik, menentang sanksi PBB.

Trump bersumpah untuk mencegah Korea Utara mampu menembakkan rudal nuklir ke negaranya dan telah menyiapkan segala pilihan untuk pertahanan, termasuk serangan militer.

Korea Utara memperingatkan AS akan melakukan serangan nuklir sebagai tanggapan atas segala pertanga agresi dari Amerika atau sekutunya. Korea Utara juga mengancam akan menyerang sekutu AS seperti Korea Selatan dan Jepang.

Pertunjukan kekuatan AL Jepang mencerminkan tumbuhnya kerisauan bahwa Korea Utara mampu menyerang Jepang menggunakan senjata berhulu ledak nuklir atau kimia.

Sejumlah anggota parlemen dari partai berkuasa mendesak Perdana Menteri Shonzo Abe untuk membeli senjata yang mampu menghantam unit rudal Korea Utara sebelum diluncurkan.

MSDF, yang sebagian besar terdiri atas armada kapal perusak, adalah angkatan laut kedua terbesar di Asia setelah China. Demikian laporan Reuters.

(Uu.R029/B002)

Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2017