Sabtu, 23 September 2017

Tunggal putri Indonesia terhenti di Kejuaraan Asia

| 10.140 Views
Tunggal putri Indonesia terhenti di Kejuaraan Asia
Piala Uber: Indonesia vs Bulgaria Pebulutangkis tunggal putri Indonesia Fitriani mengembalikan kok ke arah lawannya pebulutangkis tunggal putri Bulgaria Petya Nedelcheva pada pertandingan penyisihan Grup C Piala Uber 2016 di Kunshan Sport Center Gymnasium, Tiongkok, Minggu (15/5/2016). Indonesia menang atas Bulgaria dengan skor 5-0. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo/nz/16) ()
Jakarta (ANTARA News) - Tunggal putri Indonesia yang diwakili Fitriani, Hanna Ramadini dan Dinar Dyah Ayustine dalam kejuaraan bulu tangkis Asia 2017 di Wuhan Sports Center Gynasium, Hainan, China, harus menghentikan langkahnya di putaran pembuka.

Dipantau dari laman tournamentsoftware di Jakarta, Rabu, kepastian gagalnya Indonesia melanjutkan asa di nomor ini setelah Dinar Dyah Ayustine dipaksa tunduk dari pemain asal India berperingkat tiga dunia Pusarla V. Sindhu.

Walau Dinar memberikan perlawanan sengit di game kedua, pebulu tangkis berperingkat 33 dunia itu tidak berhasil menyusul perolehan poin Sindhu dan akhirnya harus menyerah 8-21, 18-21 dalam pertarungan selama 31 menit.

Hasil ini membuat catatan pertandingan keduanya menjadi 0-2 untuk keunggulan Sindhu yang sebelumnya berhasil mengalahkan Dinar dalam turnamen All England dengan skor 21-12, 21-4.

Sebelumnya, pebulu tangkis Indonesia berperingkat 35 dunia, Hanna Ramadini, juga harus tersungkur oleh pemain Korea Selatan berperingkat empat dunia Sung Ji Hyun. Kalah dari segi teknik permainan, Hanna menyerah dalam waktu 25 menit dengan skor 5-21, 9-21.

Kekalahan ini menambah panjang catatan buruk Hanna yang belum pernah mencetak kemenangan kala bersua Sung selama empat kali pertemuan sejak Malaysia Masters 2016, Kejuaraan Syed Modi India 2016 dan Indonesia Terbuka 2016.

Sementara, atlet tunggal putri andalan tim Merah Putih, Fitriani tak dapat menahan tangisnya saat berjalan keluar lapangan usai secara mengejutkan gagal memenangkan partai putaran pertama kala bersua Vu Thi Trang (Vietnam) yang berkesudahan dengan skor 13-21, 8-21.

Laman PP PBSI menyebut penampilan Fitri memang sangat di luar harapan, di mana reli-reli panjang dan kegigihan Fitri mengejar bola di lapangan tak terlihat di pertandingan tersebut sehingga tidak dapat keluar dari tekanan yang akhirnya sulit mengembangkan permainan.

Fitriani juga seringkali mati langkah saat Vu meletakkan dropshot tajam di depan net akibat pengembalian-pengembalian Fitri yang beberapa kali tanggung hingga dengan mudah disambar Vu dari depan net.

"Saya sangat menyesal dengan penampilan tadi, saya tidak bisa mengeluarkan permainan saya. Saya sudah mempersiapkan diri satu minggu dan hasilnya seperti ini," ucap Fitri sambil mengusap air matanya yang terus mengalir.

"Tadi saya sulit keluar dari tekanan, saya merasa pergerakan kaki saya lambat sekali. Saya sangat menyesal," ucapnya seraya menutup wajahnya dengan handuk.

Hasil ini adalah kekalahan kedua Fitri atas Vu setelah sebelumnya di ajang Vietnam International Challenge 2015, Fitriani dikalahkan lewat pertarungan rubber game dengan skor 19-21, 21-16, 16-21.

Sementara ini, Indonesia baru bisa menempatkan Praveen Jordan/Debby Susanto di ganda campuran, Ihsan Maulana Mustofa di tunggal putra dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di ganda putra untuk berlaga di putaran dua kejuaraan bulu tangkis Asia 2017.

Editor: Monalisa

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga