Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, upaya pengendalian harga bahan makanan menjelang periode puasa dan lebaran bisa mempengaruhi laju inflasi Mei serta Juni 2017.

"Selalu ada kenaikan di bulan puasa dan lebaran, karena permintaan bahan makanan sangat tinggi. Kuncinya, kita mampu mengendalikan harga makanan pada Mei dan Juni," kata Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Suhariyanto menjelaskan laju inflasi Mei dan Juni bisa lebih terkendali, apabila tidak ada gejolak harga pangan dan pasokan komoditas terjaga, menjelang puasa serta lebaran.

Ia menyakini upaya menjaga pergerakan harga pangan tersebut bisa dilakukan pemerintah, apalagi pada periode Januari hingga April 2017, kelompok bahan makanan selalu menyumbang deflasi dan ikut menahan pergerakan inflasi.

"Melihat Januari sampai April 2017, dimana bahan makanan cenderung deflasi, maka Mei dan Juni, kita berharap masih terkontrol, dan deflasi bahan makanan bisa berlanjut," kata Suhariyanto.

Ia memastikan pengendalian harga makanan ini juga sangat krusial untuk menjaga kenaikan laju inflasi, yang sejak awal tahun dipengaruhi oleh faktor harga diatur pemerintah (administered prices), dari penyesuaian tarif listrik rumah tangga 900 VA nonsubsidi.

Sebelumnya, BPS mencatat laju inflasi pada April 2017 sebesar 0,09 persen, yang salah satu penyebabnya adalah penyesuaian tarif listrik untuk rumah tangga 900 VA nonsubsidi.

Dengan inflasi April tercatat 0,09 persen, maka inflasi tahun kalender Januari-April 2017 telah mencapai 1,28 persen dan inflasi secara tahunan (year on year) sebesar 4,17 persen.

Namun, kelompok bahan makanan mengalami deflasi pada April sebesar 1,13 persen, sehingga menekan pergerakan inflasi, karena turunnya harga komoditas pangan seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, beras, daging sapi, ikan segar dan telur ayam ras.

Menanggapi tingkat inflasi pada April yang relatif rendah, Suhariyanto mengatakan hal ini sudah sesuai dengan upaya pemerintah yang berhasil mengelola kebutuhan bahan pangan sejak awal tahun, sehingga harganya relatif terkendali.

"Dari awal tahun, pemerintah sudah membuat persiapan, bahwa untuk menahan administered prices harus mampu mengelola inflasi bahan makanan, supaya mampu menetralisir. Untuk itu, April ini sudah sesuai dengan apa yang ingin dicapai pemerintah," katanya.

(S034/H005)

Baca juga: (Menko Perekonomian: inflasi masih dalam rentang yang diharapkan)

Baca juga: (Darmin: konsumsi dan ekspor dukung pertumbuhan ekonomi)

Pewarta: Satyagraha
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017