Jumat, 22 September 2017

Saat Jokowi bicara kopi, kakao, dan sayangnya kepada petani

| 9.366 Views
Saat Jokowi bicara kopi, kakao, dan sayangnya kepada petani
Presiden Joko Widodo berdialog dengan petani saat membuka Pekan Nasional Petani-Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XV di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (6/5/2017). Acara yang berlangsung hingga 11 Mei 2017 itu dihadiri sekitar 35 ribu peserta dari seluruh Indonesia. PENA KTNA XV juga bertujuan sebagai ajang saling berbagi teknologi guna meningkatkan perekonomian sektor pertanian menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. (ANTARA/Ampelsa)
kita semuanya harus sayang pada petani dan sayang pada nelayan
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo mengingatkan gubernur, wali kota, dan bupati untuk mulai mencari tanaman unggulan berharga jual baik di daerahnya masing-masing seperti kopi, kakao, dan mete yang disebutnya secara khusus saat membuka Pekan Nasional Petani Nelayan ke-15/2017 di Stadion Harapan Bangsa, Gampong Lhong Raya, Banda Aceh, Sabtu.

Lebih dari itu, mengingat krusialnya pertanian dan perikanan, Jokowi mengaku sayang pada petani dan nelayan.

"Jangan kita ini terpaku pada tanaman-tanaman tertentu saja," ucap Presiden sebagaimana dikutip Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam siaran pers.

Jokowi secara khusus menyebut kakao dan kopi sebagai komoditas berharga jual yang baik. Kakao bahkan mendapat permintaan yang tinggi di dalam negeri, namun sayang pasokannya rendah.

"Kopi harganya juga naik terus," kata Jokowi.

Sang presiden lalu mengisahkan pengalamannya saat inggal di Aceh di mana hampir setiap pagi menikmati kopi gayo. "Karena kopi gayo enak sekali," ingat Presiden.

Tapi, Presiden meyakini di daerah lain pun banyak kopi sangat spesial dan berharga sangat bagus. "Kenapa ini tidak kita tanam, kenapa ini tidak kita remajakan?".

Presiden lalu menyinggung mete, "Mete itu harganya juga baik. Kenapa tidak kita tanam?".

Pada awal sambutan acara di Banda Aceh itu, Presiden mengaku bahagia bertemu dengan petani dan nelayan.

"Saya memang sudah nunggu-nunggu untuk datang di acara ini, supaya bisa bertemu dengan bapak-bapak dan ibu-ibu dan saudara-saudara sekalian."

"Saat kita kecil, sering mendengar nasehat, kalau enggak ada petani yang bekerja keras mau makan apa? Kalau tidak ada nelayan yang bekerja keras mau makan ikan apa? Makanya kita semuanya harus sayang pada petani dan sayang pada nelayan," kata Presiden.


Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga