Rabu, 20 September 2017

Miss Earth ajak 1.000 siswa kelola sampah

| 8.043 Views
Miss Earth ajak 1.000 siswa kelola sampah
Sambut Hari Bumi Seorang penyelam membersihkan sampah saat melakukan aksi besih sampah bawah laut di Kupang, NTT, Jumat (21/4/2017). Aksi dalam rangka menyambut peringatan Hari Bumi yang diperingati pada Sabtu (22/4/2017) tersebut dilakukan 14 penyelam. Aksi tersebut berhasil mengumpulkan sampah seberat 50 kilogram. (ANTARA FOTO/Kornelis Kaha)
Semarang (ANTARA News) - Miss Earth Indonesia 2016 Luisa Andrea Soemitra mengajak sekitar 1.000 siswa-siswi di Kota Semarang untuk peduli lingkungan dengan mengelola sampah secara baik.

"Ini kedua kalinya saya terlibat dalam kegiatan lingkungan di Kota Semarang. Kebetulan, saya asli Semarang. Makanya, harus menginspirasi anak-anak muda," katanya di Semarang, Rabu.

Ajakan itu disampaikannya dalam kampanye lingkungan bertema "Gembira Bersama Kelola Sampah Menuju Cara Hidup yang Sehat" yang diprakarsai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kementerian juga menggandeng Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja dan Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk mewujudkan "Indonesia Bebas Sampah 2020".

Pada kampanye yang berlangsung di Balai Kota Semarang itu, Luisa mengenalkan berbagai jenis sampah, seperti organik dan an-organik sehingga anak-anak muda, khususnya pelajar memahaminya.

"Jadi, mereka akan tahu ketika sehabis makan, misalnya, ke mana sampah makanannya akan dibuang? Mana organik dan an-organik. Kan sudah dibedakan tong sampah organik dan an-organik," katanya.

Menurut dia, kesadaran masyarakat Kota Semarang terhadap sampah saat ini terbilang cukup baik dibandingkan lima tahun yang lalu, sebab dirinya sudah lama tidak tinggal di Kota Atlas.

"Saya sudah lima tahun tidak tinggal di sini (Semarang, red.). Setelah kembali ke kota ini, ternyata bersih banget. Beda ketika saya sekolah dan kuliah dulu," tuturnya.

Yang terpenting, kata dia, kesadaran masyarakat untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, sebab kebiasaan itu akan sangat membantu mewujudkan kota menjadi bersih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Gunawan Saptogiri menambahkan kampanye itu bertujuan mengedukasi mengenai pengelolaan sampah kepada sekitar 1.000 pelajar dari berbagai sekolah.

"Ini sebenarnya salah satu kegiatan untuk menyiapkan Indonesia Bersih Sampah 2020. Mulai sekarang, didik anak-anak bagaimana mengelola sampah. Bisa dipraktikkan di sekolah dan rumah," katanya.

Hadir pula dalam kegiatan itu, istri Menteri Dalam Negeri Erni Guntarti Tjahjo Kumolo yang juga menyemangati anak-anak dengan mengajukan pertanyaan berhadiah kepada siswa.

"Siapa yang bisa menyebutkan tiga contoh sampah organik?," tanyanya, yang langsung dijawab salah satu siswa SD bernama Khasanah secara benar yang membuatnya dihadiahi sepeda.

(U.KR-ZLS/N005)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga