Selasa, 30 Mei 2017

Pangeran Arief tegaskan keraton tidak berpolitik

| 2.218 Views
Pangeran Arief tegaskan keraton tidak berpolitik
Sultan Sepuh XIV, Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Bandung (ANTARA News) - Sultan Kasepuhan XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat menegaskan keraton tidak berpolitik namun sejak dahulu didatangi oleh para calon presiden hingga calon kepala daerah seperti gubernur.

"Selama ini keraton ini tidak berpolitik tapi didatangi calon-calon presiden, calon-calon gubernur, calon-calon legislatif. Selama mereka mau bersilaturahmi jelas kita terima, siapa pun yang datang," kata PRA Arief Natadiningrat, di Bandung, Jumat.

Ditemui usai pembukaan Musyawarah Agung Ke-III dan Festival Keraton Masyarakat Adat Asia Tenggara IV/2017 Forum Silaturahmi Keraton Nusantara di Hotel Grand Preanger Bandung, ia mengatakan sejumlah tokoh yang pernah datang ke keraton adalah Presiden Joko Widodo, Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono hingga calon gubernur Jabar.

"Gus Dur, Ibu Megawati, semuanya datang ke sana. Pak Aher, Pak Danny Setiawan, Pak Agum Gumelar, semuanya kita terima. Kita lihat visi misi mereka bagaimana kepedulian terhadap sejarah, budaya, masyarakat," kata dia.

Ketika ditanyakan sosok kandidat calon seperti apa yang diharapkan oleh dirinya di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023, PRA Arief Natadiningrat memiliki kriterianya.

Ia menuturkan kriteria pertama cagub Jabar yang diharapkan oleh pihaknya adalah harus mampu mengatasi berbagai permasalahan sosial, seperti kemiskinan, kesejahteraan, pengangguran, juga angka putus sekolah di usia sekolah.

Kriteria kedua cagub Jabar yang diharapkan olehnya adalah harus mampu meningkatkan kedaulatan pangan dan pemanfaatan sumber daya alam di Jabar karena Provinsi Jabar ini memiliki lahan pertanian yang subur juga luas.

"Kemudian banyak juga beberapa komoditas masih disuplai dari luar, daging sapi, domba, sayuran, hingga buah-buahan, padahal potensi di jabar itu besar, lahannya subur, petaninya ada, nah ini harus bisa," kata dia.

Keriterian ketiga ialah calon gubernur Jawa Barat mendatang harus mampu mengembangkan dan kembali menghidupkan potensi kebudayaan dan pariwisata karena Provinsi Jabar ini mempunyai keragaman budaya dan potensi pariwisata yang sangat banyak.

"Dan pendapatan dari sektor pariwisata itu terus naik secara signifikan, ini lah tantangan gubernur jabar kedepan harus bisa mengelola potensi-potensi di Jabar," kata dia.

Sementara itu, terkait munculnya sejumlah kandidat cagub Jabar 2018 seperti Deddy Mizwar, Desi Ratnasari, Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil, PRA Arief Natadiningrat menilai sosok-sosok tersebut memiliki kelebihan tersendiri.

"Kalau kata orang sunda mah, reugreug karena semua calon di Pilgub Jabar 2018 nanti berpengalaman semua, tidak ujug-ujug, karena mereka mempunyai kapasitas, ketika mereka di suguhkan ke masyarakat mereka punya kapasitas yang baik, siapa pun yang jadi enggak ada masalah," kata dia.

(U.A066/Y003)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga