Sabtu, 22 Juli 2017

Tidak seharusnya harga pangan naik

| 26.766 Views
Tidak seharusnya harga pangan naik
ilustrasi: Pedagang memotong daging sapi di Pasar Senen, Jakarta, Selasa (2/5/2017). (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto) ()
Malang (ANTARA News) - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Surabaya menyatakan seharusnya harga berbagai komoditas pangan tidak ada kenaikan secara signifikan, apalagi sampai bermasalah karena pasokan dari produsen lancar dan aman.

"Dengan pasokan dari produsen dan stok berbagai komoditas pangan yang cukup aman tersebut, seharusnya harga pangan yang sampai di tangan konsumen tidak bermasalah dan tidak mengalami kenaikan signifikan," kata Kepala Kantor Daerah KPPU Surabaya Aru Armando di sela acara forum jurnalis tentang peran KPPU dalam stabilitas harga komoditas pangan menjelang Ramadhan dan Lebaran 2017 di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat.

Jika ada oknum yang bermain-main atau melakukan penimbunan bahan pangan, katanya, segera laporkan kepada KPPU. Sebab, penimbunan itu akan mengarah pada praktik kartel dan pemerintah akan memberikan sanksi tegas kepada oknum tersebut.

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah kian menggencarkan pemantauan secara intensif untuk menjaga stabilitas harga dengan memantau tata niaga jalur distributor pangan ke setiap daerah di Jatim. "Kami berantas kalau ada penimbunan barang, apalagi bahan pangan," tandasnya.

Menurut Aru, bahan pokok yang menjadi prioritas konsumsi masyarakat adalah beras dan gula pasir. Selain itu, daging sapi, ayam, telur, minyak goreng, kedelai, dan tepung terigu, cabai, bawang merah dan putih. Dan, pada saat menjelang Ramadhan hingga Lebaran, harga sejumlah bahan pokok itu naik signifikan.

Saat ini, harga eceran tertinggi (HET) gula pasir ditetapkan sebesar Rp12,5 ribu per kilogram. "Bila ada pedagang yang menjual di atas harga yang ditetapkan akan kami tindak tegas, seperti kami menangani kasus kartel daging sapi dan ayam beberapa pekan lalu," ujarnya.

Untuk stok sejumlah komoditas pangan pokok di Jatim, khususnya beras dan gula pasir cukup aman, bahkan bisa memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Jatim hingga beberapa bulan ke depan. "Memang pasa saat menjelang Ramadhan dan Lebaran, harga sejumlah komoditas bahan pokok pasti mengalami kenaikan," terangnya.

Namun demikian, pemerintah terus berupa melakukan stabilisasi harga dan berupaya keras untuk menjaga pasokan agar tidak sampai kekurangan. "Kami akan mengawasi secara ketat alur dan distribusi komoditas pangan ini," katanya.

Stok bahan pangan di Jatim, khususnya beras mencapai 2,2 juta ton dan gula pasir sebanyak 465 ribu ton. Stok tersebut mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di provinsi itu hingga beberapa bulan ke depan.

Ada 11 komoditas yang menjadi fokus pengawasan KPPU menjelang Ramadhan dan Lebaran 2017, yakni beras, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, bawang merah, cabai, kedelai, jagung, tepung terigu, ayam, dan daging sapi.

(T.E009/B012)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga