Sabtu, 23 September 2017

KSAD: TNI canangkan bangun satu juta jamban

| 19.650 Views
KSAD: TNI canangkan bangun satu juta jamban
Ilusrasi - Prajurit TNI mengajar cara mandi yang baik kepada anak-anak di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini, di Kampung Sach, Distrik Waris, Keerom, Papua, Rabu (26/4/2017). (ANTARA FOTO/Indrayadi TH)
Ini implementasi komitmen TNI bersama membangun bangsa
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengatakan, TNI telah mencanangkan suatu Gerakan Masyarakat Membangun Satu Juta Jamban untuk Keluarga Indonesia yang disingkat "GEMA SANG JUARA" guna membantu mengurangi atau mengatasi persoalan kesehatan masyarakat.

"Sesuai data yang ada sekitar 24 juta KK di Indonesia belum memiliki sanitasi yang baik. Hal ini dikarenakan persoalan kemiskinan, keterpencilan dan ketidaktahuan pentingnya masalah kesehatan," kata KSAD saat membuka Rakornis ke-99 Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Balai Sudirman, Jakarta Selasa.

Menurut dia, TMMD adalah perwujudan sinergi program TNI dan Kementerian Kesehatan terkait penanganan kesehatan yang berkembang di tengah masyarakat.

"Ini implementasi komitmen TNI bersama membangun bangsa," ujar Mulyono.

Ia mengatakan kemajuan pembangunan masih belum dibarengi dengan peningkatan kesehatan masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kurang layaknya sanitasi di masyarakat.

Mulyono menambahkan membangun satu juta jamban sejalan dengan program pemerintah bahwa pada tahun 2019, dimana tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang Buang Air Besar (BAB) sembarangan.

Dalam kerja sama dengan Kemenkes, TNI AD akan melakukan pelatihan kepada 65 orang Babinsa pada minggu ke-3 bulan Mei 2017 sebagai tenaga penyuluh kesehatan masyarakat, terutama masalah sanitasi.

Program TA 2018 direncanakan akan melaksanakan pelatihan kepada 3.520 Babinsa yang merupakan perwakilan setiap Koramil untuk dijadikan sebagai tenaga penyuluh kesehatan.

Mulyono memandang bahwa pembinaan terhadap masyarakat pedesaan, perbatasan/ pulau-pulau kecil terluar dan kumuh, daerah terpencil/terisolir, sangat penting dalam membangun ketahanan wilayah yang tangguh guna memperkokoh persatuan dan kesatuan Bangsa.

Rakornis TMMD yang dilaksanakan merupakan kegiatan pendahuluan yang bertujuan untuk menyamakan visi, misi dan persepsi, serta arah kebijakan dalam mewujudkan kesiapan penyelenggaraan TMMD yang akan datang. Selanjutnya, pada pelaksanaan di lapangan akan merumuskan hal-hal teknis terkait dengan pelaksanaan sesuai kondisi masing-masing wilayah.


Di tempat yang sama, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengatakan program Gema Sang Juara merupakan bentuk pengejawantahan program Indonesia Sehat.

Ia menyebut akses air bersih dan sanitasi merupakan hal utama menjaga kesehatan masyarakat.

"Program Indonesia Sehat mengejawantahkan dengan paradigma sehat. Mengubah pola pikir masyarakat agar sehat. Kami mengetahui, pertama, akses air bersih dan sanitasi adalah hal yang utama, 32 juta keluarga belum punya sanitasi jamban yang sehat adalah tentu munculnya penyakit," ujar Nila.

Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, 3.000 Babinsa akan dilatih menjadi tenaga penyuluh kesehatan, terutama sanitasi.

Kegiatan TMMD ke-99 ini akan dilaksanakan pada 4 Juli hingga 2 Agustus 2017. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di 58 kabupaten/kota, dan 60 kecamatan, serta 92 desa di seluruh Tanah Air. Sebanyak 58 satuan setingkat kompi (SSK) dan 8.700 petugas instansi terkait juga akan turun ke lapangan.




Editor: Unggul Tri Ratomo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga