Selasa, 30 Mei 2017

Prangko pos alat menunjang penyiaran NKRI

| 8.911 Views
Prangko pos alat menunjang penyiaran NKRI
Prangko Dua Abad Kebun Raya Bogor. Menkominfo Rudiantara (kedua kanan), Dirut Peruri Prasetio (kedua kiri), Direktur Surat & Paket PT Pos Indonesia Agus F. Handoyo (kanan) dan Ketua LIPI Iskandar Zulkarnain, menunjukkan Sampul Hari Pertama prangko seri Peringatan Dua Abad Kebun Raya Bogor, di Kebun Raya, Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/5/2017). Prangko dan Souvenir Sheet yang bergambar 34 jenis Anggrek dari 34 propinsi di Indonesia tersebut masing-masing dicetak prangko 100 ribu lembar dan souvenir sheet 20 ribu lembar . (ANTARA /HO/Agus)
Bogor (ANTARA News) - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengatakan salah satu fungsi prangko pos sebagai alat penunjang penyiaran NKRI ke seluruh dunia.

"Prangko seri khusus yang kita terbitkan selalu kita daftar ke Kesatuan Pos Sedunia yakni PBB nya Pos, dan ini sebagai penunjang NKRI," kata Rudi saat meluncurkan Prangko Seri Dua Abad Kebun Raya Bogor, di Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Rudi menjelaskan, setiap tahun ada prangko edisi khusus yang diterbitkan Pos Indonesia. Tercatat sudah ada 15 Sampul Hari Pertama (SPH) yang didaftarkan Kesatuan Pos Sedunia atau UPU (Universal Postal Union).

Ia mengatakan, setiap tahun PBB Pos atau UPU membatasi 1.500 prangko yang didaftarkan dari seluruh dunia termasuk Indonesia.

Prangko edisi khusus dari Indonesia yang terdaftar di UPU akan beredar di dunia. Dan para penyuka filateli atau kolektor prangko akan mengkoleksinya.

Keberadaan filateli masih aktif di dunia. Indonesia juga aktif dalam filateli, menyelenggarakan kegiatan filateli internasional yang dihadir seluruh pencinta prangko dari seluruh dunia.

Menurut Rudi, ada dua hal penting dalam aktivitas perposan Indonesia. Setiap memperingati hari tertentu akan diproduksi prangko khusus dan didaftarkan ke UPU.

"UPU membatasi setahun 1.500 prangko di dunia. Sampul Peringatan Hari Pertama edisi khusus yang kita luncurkan semuanya sudah tercatat," katanya.

Begitu juga dengan pembangunan tugu pos di daerah terluar Indonesia juga tercatat di dalam UPU. Walau secara langsung keberadaannya dirasakan tidak perlu.

"Tapi tugu pos yang ada di daerah teluar Indonesia ini juga kita daftarkan, secara administrasi sudah terigestrasi di UPU yang menjelaskan tugu pos itu bagian dari Indonesia, jadi nanti beberapa tahun kemudian jadi bukti pos sudah ada, dan ini untuk menunjang NKRI," kata Rudi.

PT Pos Indonesia menerbitkan Prangko Edisi Khusus Dua Abad Kebun Raya Bogor yakni prangko 34 anggrek yang ada di provinsi.

Prangko tersebut dicetak sebanyak 100 ribu sheet dengan harga Rp102 ribu per sheet atau satuan terdiri dari enam SHP.

PT Pos juga mencetak SHP sebanyak 3.000 sheet deng harga Rp132 ribu per sheet (satu sheet terdiri enam SHP). Dan souvenir sheet atau carik kenangan yang dicetak sebanyak 20 ribu sheet dengan harga satuan Rp20 ribu.

"Penjualan prangko anggrek 34 provinsi seri Dua Abad Kebun Raya Bogor sepanjang bulan Mei akan didonasikan 10 persen untuk keperluan konservasi tanaman anggrek," kata Munawar Ainy, Vice President Konsinyasi dan Filateli PT Pos Indonesia (Persero).


Baca juga: (Wakil Ketua MPR: : hentikan semua potensi konflik dan perpecahan)


Baca juga: (Komitmen NKRI berdasarkan Pancasila sudah final)

Editor: Tasrief Tarmizi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga