Selasa, 30 Mei 2017

Luhut minta para penolak reklamasi tidak emosional

| 8.182 Views
Luhut minta para penolak reklamasi tidak emosional
Menko bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan (kiri). (ANTARA /Puspa Perwitasari)
Jangan emosional bilang begini, begitu, begini. Tidak usah. Tenang saja. Kalau memang itu tidak bagus, urusannya apa, tidak usah dilaksanakan
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta pihak-pihak yang menolak proyek reklamasi Teluk Jakarta tidak emosional menyampaikan argumentasi penolakan.

Ditemui di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Jumat, Luhut mengatakan argumentasi penolakan harus berdasarkan kajian dan dia menyatakan tidak memasalahkan jika pulau reklamasi nanti dijadikan fasilitas umum seperti pelabuhan atau lainnya.

"Enggak ada masalah mau dijadikan apa pun asal semua berangkatnya dari studi. Jadi jangan emosional melihat itu. Kita lihat saja studinya," tegas dia.

Mantan Menko Polhukam itu berpegang pada kajian yang telah disusun sejak era Presiden Soeharto di mana proyek reklamasi akan tetap jalan.

"Jangan emosional bilang begini, begitu, begini. Tidak usah. Tenang saja. Kalau memang itu tidak bagus, urusannya apa, tidak usah dilaksanakan," kata Luhut.

Luhut meminta pihak-pihak yang menolak reklamasi Teluk Jakarta tidak asal mengklaim bahwa proyek itu jadi ajang mengeruk keuntungan pribadi.

"Jangan ada yang mengklaim bilang dibayar ini, dibayar sana. Tidak betul itu. Ada yang ngomong sudah kasih triliunan sana sini ya itu kampungan," kata Luhut.

Luhut sebelumnya mengatakan pemerintah pusat belum menemukan alasan kuat untuk menghentikan proyek reklamasi Teluk Jakarta, terlebih berdasarkan permukaan kajian, penurunan permukaan tanah Jakarta terus terjadi antara 8 hingga 23 cm setiap tahun.

Sementara itu, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno sejak kampanye Pilkada menolak proyek reklamasi karena dinilai mereka hanya menguntungkan pengembang dan masyarakat tertentu.





Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga