Minggu, 23 Juli 2017

Isu Donald Trump menekan kurs dolar terhadap Yen

| 5.679 Views
Isu Donald Trump menekan kurs dolar terhadap Yen
Seorang petugas menghitung uang dolar AS di Kantor Pusat BNI Jakarta, Senin (12/10). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Singapura (ANTARA News) - Dolar AS tertekan terhadap Yen hari ini dan tengah bergerak ke arah paling rendah dalam sepekan karena terjangkiti sentimen buruk gonjang ganjing politik di Washington yang membuat Presiden Donald Trump terhalangi mengimplementasikan agenda-agenda stimulus ekonominya.

Dolar AS melemah 0,1 persen pada 111,39 yen setelah mencatat level terendah dalam tiga pekan pada 110,24 yen sehari sebelumnya.

Nilai kurs dolar AS sudah terpangkas 1,7 persen terhadap yen dalam sepekan ini dan sedang bergerak ke arah kejatuhan mingguan paling dalam pada satu bulan terakhir.

Meski ada ekspos positif dari data ekonomi AS, fokus pasar tetap tercurah pada masalah-masalah politik yang dihadapi pemerintahan Trump menyusul pemecatan direktur FBI James Comey yang disebut para analis pasar akan terus menekan dolar AS.

Rabu waktu AS, Departemen Kehakiman AS menunjuk mantan direktur FBI Robert Mueller mengepalai penyelidikan dugaan kolusi tim kampanye Trump dengan Rusia pada Pemilu 2016.

"Saya kira kita akan mendapatkan lebih banyak lagi kabar-kabar besar pada pekan-pekan dan bulan-bulan ke depan, terutama setelah penyelidikan (intervensi Rusia) digelar," kata Tan Teck Leng, analis valuta asing pada UBS Wealth Management di Singapura.  "Itu akan menjadi sentimen penekan untuk dolar AS."

Terhadap enam mata uang utama dunia, kurs dolar AS relatif stabil pada 97,797.  Sedangkan sehari lalu indeks dolar AS jatuh pada level terendah dalam enam bulan terakhir pada 97,333.

Editor: Jafar M Sidik

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga