Selasa, 30 Mei 2017

Empat buku baru meluncur di Makassar International Writers Festival 2017

| 4.061 Views
 Empat buku baru meluncur di Makassar International Writers Festival 2017
Empat buku yang diluncurkan di Makassar International Writers Festival 2017 (ist/ Claudia Von Nasution/Siska Yuanita)
Jakarta (ANTARA News) - Penerbit Gramedia Pustaka Utama meluncurkan empat buku terbaru di Makassar, sebagai bagian dari perayaan Makassar International Writers Festival (MIWF) 2017.

Keempat buku terdiri dari buku puisi "Cinta yang Marah" karya M. Aan Mansyur, antalogi penulis Indonesia Timur berjudul "Dari Timur", buku puisi Gambar Kesunyian di Jendela karya "Shinta Febriany" dan "The Book of Invisible Questions" karya Lala Bohang.

Siti Gretiani, General Manager Gramedia Pustaka Utama, dalam siaran pers mengatakan pihaknya terdorong untuk meluncurkan buku di MIWF karena antusiasme pembaca Makassar sejak perayaan literasi ini digelar beberapa tahun silam.

Lewat Cinta yang Marah, Aan Mansyur menuliskan keresahannya terhadap Tragedi Mei 1998, Dari Timur merupakan antalogi ekspresi ide dan persoalan yang mengusik para penulis undangan MIWF---tentang akar identitas, adat, dan isu sosial di daerah masing-masing. 

Sementara lewat The Book of Invisible Questions dan Gambar Kesunyian di Jendela, Lala dan Shinta mengungkapkan mengenai makna hidup dari sudut pandang mereka.

"Tidak ada kesamaan tema dari keempat buku ini. Setiap buku menyuarakan maksud masing-masing penulis. Yang mungkin menjadi benang merahnya adalah bahwa para penulisnya ini berasal dari Indonesia Timur, sehingga indah untuk membawa buku-buku ini kepada akarnya, sehingga akan memperkaya dunia prosa dan sastra di wilayah ini,” imbuh Siti.

Makassar International Writers Festival 2017 dijadwalkan berlangsung mulai Rabu (17/5) sampai dengan Sabtu (20/5). 

Beberapa nama penulis dan penyair yang turut hadir tahun ini diantaranya adalah Sapardi Djoko Damono, Clara Ng, Ika Natassa, Esti Kinasih, Maggie Tiojakin, Hasanuddin Abdurakhman, Valiant Budi, Adhitya Mulya dan Bondan Winarno. 

Tahun ini ada juga Pameran Manuskrip Sadjak Sapardi Djoko Damono 1958-1968 di Rumata Art Space sebagai penghargaan MIWF kepada salah satu sastrawan senior tanah air tersebut.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga