Senin, 25 September 2017

Tunaiku catatkan 33 ribu nasabah

| 7.968 Views
Tunaiku catatkan 33 ribu nasabah
Nasabah Tunaiku yang bergerak di bidang konveksi (Foto : HO)
Jakarta (ANTARA News) - Tunaiku, perusahaan teknologi finansial alias fintech sampai kuartal pertama 2017 berhasil meningkatkan jumlah nasabah menjadi 33.000 dari semula 30.000 akhir 2016.

Siaran pers Tunaiku menyebutkan, produk dana pinjaman yang disediakan Tunaiku per nasabah mulai Rp2-10 juta, dengan jangka waktu pengembalian pinjaman mulai 6 - 12 bulan.  

Tunaiku menghadirkan tiga produk yaitu Tunaiku KTA, Tunaiku Prioritas, dan Tunaiku Referral.

Kehadiran Tunaiku adalah berdasarkan perkembangan teknologi finansial alias fintech.

Fintech memberi solusi atas kebutuhan masyarakat akan pelayanan jasa keuangan, mulai dari pembayaran, pengiriman uang, mendapatkan pinjaman, berbelanja, berdagang, hingga berinvestasi. 

Menurut Tunaiku, di Indonesia masih terdapat 70% masyarakat yang tidak memiliki akun bank atau unbankable. 

Unbankable disebabkan karena pendidikan rendah; tidak memiliki tabungan, gaji/honor habis untuk kebutuhan; bekerja di sektor informal ; Tidak dapat memenuhi persyaratan dari bank ; tidak percaya dengan sistem perbankan ; infrastruktur yang terbatas ke bank tersebut.

Di sisi lain, saat ini sekitar 330 juta pengguna telepon genggam di Indonesia dan pengguna internet aktif sekitar 88 juta orang. 

Meningkatnya pengguna gadget di masyarakat Indonesia membuat fintech semakin populer khususnya pada generasi muda yang ingin mengakses dan memanfaatkan fasilitas perbankan secara digital melalui teknologi finansial ini. 

Bentuk peluang-peluang pertumbuhan bisnis fintech yang maju berkembang di Indonesia saat ini seperti bisnis simpan pinjam bagi perorangan atau UKM dengan peertopeerlending atau crowdfunding, hingga berbagai kemudahan pembayaran menggunakan telepon genggam (mobilepayment).

"Keberadaan fintech diharapkan dapat membantu melayani pasar yang belum terjangkau dengan memahami kebutuhan mereka," kata CEO Tunaiku, VishalTulsian.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga