Selasa, 30 Mei 2017

Berita menarik kemarin, penemu listrik pohon kedondong hingga JK beri kuliah di Oxford

| 2.754 Views
Berita menarik kemarin, penemu listrik pohon kedondong hingga JK beri kuliah di Oxford
Wakil Presiden, Jusuf Kalla. (ANTARA FOTO/Saptono)
Jakarta (ANTARA News) - Berbagai peristiwa menarik terjadi kemarin, mulai dari siswa penemu listrik pohon kedondong hingga Wakil Presiden Jusuf Kalla yang memberikan kuliah umum di Oxford, Inggris.


Jumlah pengunjung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Kota Jayapura, meningkat drastis semenjak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 9 Mei 2017.


Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan kuliah umum mengenai  kehidupan "Islam Jalan Tengah" atau Islam toleran Indonesia di Pusat Studi Kajian Agama Islam University of Oxford, Inggris, Kamis malam.

Dalam kuliah umum tersebut, Wakil Presiden mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk Islam terbesar ketiga di dunia, namun Indonesia bukanlah negara Islam, melainkan negara demokrasi yang menjunjung tinggi nilai Pancasila.



Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerima kedatangan Naufal Raziq, siswa berusia 15 tahun asal Langsa, Provinsi Aceh, yang menjadi penemu energi listrik dari pohon kedondong pagar.

Kepada Menteri ESDM, Naufal menceritakan bahwa energi listrik yang ditemukannya sudah terhubung ke sebagian rumah di desa terpencil Tampur Paloh, Aceh Timur, dan akan dikembangkan agar penemuan itu bisa dimanfaatkan untuk skala yang lebih besar.


Mawar musim semi beraneka warna sebesar telapak tangan bermekaran dan menebarkan wangi di pinggir-pinggir jalan Kabul, ibukota Afghanistan. 

Pasa masa bebungaan mekar ini pula Taliban mengumumkan bahwa mereka kembali bergerilya, membawa kontak senjata dan ledakan ke berbagai penjuru Afghanistan.

Saat Antara tiba di Kabul, Minggu (14/5), bom meledak di satu ruas jalannya dan menewaskan dua orang menurut kabar yang diterima seorang staf Kedutaan Besar Indonesi di Kabul.


Berbagai cerita mewarnai perjalanan di gerbong khusus wanita pada jam sibuk, termasuk pertengkaran saling jambak yang viral beberapa waktu lalu.

Menurut psikolog Ajeng Raviando, mengingat seluruh penumpang adalah sesama perempuan kadang timbul perasaan setara yang bisa meningkatkan kemungkinan friksi karena tidak ada yang mau mengalah. 

Juneman Abraham, psikolog sosial dari Universitas Bina Nusantara, dalam penelitiannya menemukan bahwa hubungan antarperempuan sesungguhnya penuh persaingan.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga