Brussels (ANTARA News) - Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk tidak mengambil kebijakan yang tergesa-gesa dalam kesepakatan perubahan iklim global. Sewaktu kampanye presiden, Trump mengancam keluar dari kesepakatan itu.

Macron dan Trump juga membicarakan krisis Suriah, kontraterorisme dan belanja pertahanan saat makan siang di kediaman duta besar AS untuk Brussels, yang adalah pertemuan pertama mereka sejak Macron terpilih sebagai presiden pada 7 Mei.

Macron yang berhaluan tengah mengakui ada beberapa masalah yang tidak disepakati dia dan Trump.

Para diplomat Prancis mengatakan bahwa Macron menggunakan pertemuan itu untuk meyakinkan Trump supaya mematuhi kesepakatan global memerangi perubahan iklim.

Trump yang meragukan perubahan iklim karena ulah manusia dan bersumpah akan membatalkan Kesepakatan Paris 2015 itu telah menunda keputusan mengenai apakah akan mematuhi atau keluar dari kesepakatan tersebut sebelum pertemuan Italia pada 26-26 Mei.

Macron menyatakan menghormati keputusan Trump dalam mengkaji kembali Kesepakatan Paris.

"Saya telah mengingatkan dia mengenai pentingnya kesepakatan ini untuk kita bersama," kata Macron. "Kami berharap tidak perlu ada keputusan terburu-buru pada subyek ini oleh Amerika Serikat karena ini adalah pertanggungjawaban kolektif kita dalam mempertahankan alam semesta dari ikrar ini yang adalah yang utama," kata Macron kepada wartawan seperti dikutip Reuters.


Baca juga: (Insiden salaman Macron-Trump hebohkan jagat maya)

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2017