Quetta (ANTARA News) - Tembakan mortir Iran pada Sabtu menewaskan seorang warga sipil Pakistan di provinsi Baluchistan yang berbatasan dengan Iran, kata seorang pejabat daerah Pakistan.

Hubungan antara Iran dan Pakistan tengah berada di titik terendah sejak 10 penjaga perbatasan Iran dibunuh oleh petempur pada bulan lalu.

Iran mengatakan bahwa dalam insiden tersebut, Jaish al Adl, sebuah kelompok petempur Sunni, telah melepaskan tembakan dari dalam wilayah Pakistan.

Awal bulan ini, kepala angkatan bersenjata Iran memperingatkan Islamabad bahwa Teheran akan menyerang markas Pakistan jika pemerintah tidak mencoba menghadapi petempur Sunni yang telah melancarkan serangan lintas batas.

Abdul Jabbar, wakil komisaris distrik Panjgur di provinsi Baluchistan, mengatakan bahwa pasukan keamanan perbatasan Iran telah menembakkan "banyak" peluru mortir dan roket selama dua hari terakhir.

"Seorang pria Pakistan tewas saat sebuah mortir menghantam mobil bak terbukanya saat melewati daerah tersebut," kata Jabbar.

Dia menambahkan bahwa para pejabat Pakistan telah mengajukan protes terhadap pihak berwenang Iran dan meminta diadakannya sebuah pertemuan pada Minggu.

Pejabat Iran tidak dapat dihubungi segera untuk dimintai komentarnya, demikian Reuters.

(T.KR-AMQ/T008)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2017