Sabtu, 19 Agustus 2017

Pemerintah bangun 60 jembatan gantung pada 2017

| 4.556 Views
Pemerintah bangun 60 jembatan gantung pada 2017
Sejumlah warga berada di tengah jembatan gantung Merapi di lereng Gunung Merapi, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (19/7/2015). Warga Boyolali dan luar kota memanfaatkan area jembatan gantung Merapi sebagai lokasi wisata untuk menikmati pemandangan Gunung Merapi dan udara segar saat liburan Lebaran. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)
Temanggung (ANTARA News) - Pemerintah akan membangun 60-an jembatan gantung skala kecil pada tahun ini karena manfaatnya dianggap bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo setelah meresmikan Jembatan Gantung Kali Galeh yang berada di Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu.

Menurut dia, hal ini menunjukkan tekad pemerintah yang tidak tebang pilih dalam membangun infrastruktur di Tanah Air.

"Jembatan besar saya resmikan tapi yang kecil juga penting untuk infrastruktur. Dengan jembatan gantung ini ada percepatan untuk logistik, mobilitas orang dan barang menjadi cepat," ucap Presiden.

Ia mengatakan, jembatan gantung memang terlihat kecil dari segi infrastruktur.

Namun sebaliknya jembatan gantung memberikan manfaat besar untuk memudahkan pergerakan orang, barang, dan komoditas sehingga menghasilkan efisiensi biaya dan waktu.

"Jembatan gantung diperlukan karena antardesa, antarkecamatan diperlukan, kalau tidak berputar, memakan biaya yang tidak kecil," kata Presiden kepada jurnalis usai melihat langsung jembatan gantung tersebut.

Kondisi topografi Tanah Air juga mendorong pemerintah untuk membangun lebih banyak jembatan gantung.

Sejak 2015, pemerintah telah mulai membangun 10 jembatan gantung di Banten dan 4 jembatan gantung di Magelang.

Namun, yang paling banyak membutuhkan jembatan gantung adalah Papua dan Sulawesi.

"Medan topografi negara kita memang seperti ini, ada sungai, ada bukit," ucap Presiden.

Presiden yang sempat berdialog dengan warga setempat mengatakan bahwa jembatan gantung yang terbentang sepanjang 90 meter di atas Sungai Galeh sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk anak sekolah.

"Kalau pas sungai seperti ini tidak apa-apa, menyeberang, tapi kan bahaya, apalagi untuk anak-anak sekolah, untuk membawa komoditas. Apalagi kalau pas banjir muter jauh sekali," tutur Presiden.

Jembatan seperti yang diresmikan Presiden menelan biaya sekira Rp3 miliar hingga Rp6 miliar.

Kepala Negara pun memerintahkan jajaran terkait untuk mengutamakan pembangunan jembatan serupa.

"Saya tadi sudah sampaikan ke Menteri PU agar jembatan-jembatan seperti ini diberikan prioritas," kata Presiden.

Apalagi permintaan masyarakat akan keberadaan jembatan gantung tersebut sangat banyak sekali.

"Tahun ini diperkirakan kita bisa bangun 60-an, karena penting sekali," ucap Presiden.

Jembatan ini dapat dilalui oleh orang, sepeda, dan juga sepeda motor, namun tidak dapat dilalui mobil.

"Sepeda motor penting untuk bawa tembakau di belakangnya, bawa sawit, kol dan lombok," ujar Presiden.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Berita Lainnya
Komentar Pembaca
Baca Juga