Rabu, 28 Juni 2017

Jalur Padang Bypass sampai perbatasan Riau siap sambut pemudik lebaran

| 1.976 Views
Jalur Padang Bypass sampai perbatasan Riau siap sambut pemudik lebaran
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional III (BPJN) Padang Syaiful Anwar (Antara)
Jakarta (Antara) -- Musim mudik Lebaran yang tinggal menghitung hari membuat Balai Pelaksana Jalan Nasional III (BPJN) Padang terus melakukan pengecekan di sepanjang jalan yang bakal dilalui oleh para pemudik nanti. Meski hujan deras tidak membuat kegiatan pengecekan tersebut menjadi terganggu. Pasalnya kelancaran arus mudik nanti sangat tergantung dari kesiapan jalur mudik nanti.

Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional III (BPJN) Padang Syaiful Anwar mengatakan secara keseluruhan rute jalur mudik dari Padang Bypas-Pariaman-Bukit Tinggi-Padang Panjang sampai tembus Perbatasan Riau sepanjang 205 km sudah siap dilalui para pemudik

"Kami sudah siap melakukan pelayaban arus mudik Lebaran nanti. Beberapa proyek pelebaran jalan, penguatan kapasitas jalan sampai pemeliharaan jembatan sudah selesai dilakukan. Meski demikian masih ada beberapa titik yang masih akan dikerjakan tapi secara umum kami optimis bisa melayani arus mudik nanti, " katanya saat meninjau jalur arus mudik Padang, Sabtu (17/6) dengan beberapa jajaran dan kontraktor lainnya.

Menurut Syaiful, pihaknya mengerjakan proyek perbaikan jalan dan penambahan jalan tersebut dengan rencana anggaran sampai Desember 2017. Namun hampir sebagian ruas jalan sudah rampung dan bisa dilalui pemudik. "Pada H-10 kami optimis jalur arus mudik sudah bisa dilalui dengan nyaman, " katanya.

Sebagai contoh untuk ruas Padang Bypass, proyek pelebaran jalan dari dua jalur menjadi empat jalur pada sisi kanan dan kiri jalan sudah selesai dikerjakan. Proyek Padang Bypass sudah dilakukan serah terima pada 29 Mei kemarin.

"Jalan ini memiliki panjang 27,25 km yang menghubungkan Teluk Bayur sampai Flyover Duku sebagai batas Sumatera Barat tanpa perlu masuk kota Padang. Jadi pemudik yang mau ke Bengkulu bisa langsung melalui Padang Bypass termasuk yang ingin mudik ke Riau dan Medan, " katanya.

Syaiful mengatakan proyek Padang Bypass ini menelan anggaran senilai Rp 436 miliar dengan bantuan pinjaman luar negeri Bank Export-Import Korea yang ditandatangani sejak akhir April 2014. Proyek peningkatan kapasitas jalan dilakukan dengan melebarkan lajur jalan yang ada dari dua menjadi empat lajur masing-masing dari seksi Gaung-Lubuk Begalung sepanjang 5 Km dan seksi Lubuk Begalung-Duku sepanjang 22 Km.

"Memang masih ada beberapa titik penyempitan jalan tapi itu sudah segera kami tangani dan akan dilanjutkan pengerjaannya dengan menggunakan dana dari APBN senilai kurang lebih Rp 33 miliar. Penyempitan jalan ada di 12 titik ruas jalan dengan total sepanjang 1,4 km lagi, "katanya

Siapkan Posko Mudik

Untuk mengatasi kemacetan, tambah Syaiful, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk pemberlakuan kontra flow di jalur mudik lebaran

"Tak hanya mendirikan beberapa posko Lebaran, kami juga menyediakan beberapa alat berat seperti excavator, dump truck yang akan berjaga-jaga seandainya terjadi longsor mengingat mudik nanti curah hujan dipastikan akan meningkat termasuk membuat jalanan menjadi licin sehingga rawan kecelakaan," katanya.

Salah satu titik yang terkenal rawan adalah km 65 atau yang dikenal dengan Tikungan Silaen. Di tikungan tersebut jalanan sangat curam menurun dan menanjak yang tajam disertai denga  tikungan yang juga tak kalah seram. Jika tidak berhati-hati saat mengendarai mobil di saat hujan bisa licin dan terperosok jurang yang berada di bahu kanan-kiri jalan.

Kasatker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Propinsi Sumbar Agung Setiawan mengatakan, tikungan tajam itu menghubungkan jalan dari Padang Panjang ke Lubuk Alung dan Solok. Di titik kemacetan ini ada pasar yang bakal semakin menambah keruwetan jalan.

"Para pedagang pasar tidak mau dipindah sebab mereka takut jika dagangannya tidak laku. Karena itu solusinya adalah membangun fly over di sekitar pasar sehingga tidak perlu memindah pedagang. Namun pedagang juga masih protes karena takut sepi," katanya.

Agung juga mengatakan sebenarnya ada solusi lain yaitu membangun jalur alternatif yang melingkar  membentuk huruf S dan agak jauh. Cuma ini membutuhkan proses yang panjang termasuk menyediakan anggaran untuk pembebasan lahan. "Kami sedang melakukan feasibility study lanjutan bagaimana solusi terbaik dari titik km 65 ini agar di masa depan tingkat kecelakaan dan kemacetan bisa berkurang," katanya

Selain di km 65, tambah Agung, pihaknya juga menyediakan 25 posko arus mudik Lebaran sampai ke Bengkulu. Posko mudik itu dilengkapi call center termasuk penyediaan alat berat untuk antisipasi longsor.

Perlancar jalur logistik lintas Padang

Selain memperlancar arus mudik kehadiran infrastruktur jalan yang mulus, lancar dan nyaman ikut mempengaruhi kelancaran logistik di Padang termasuk lintas Sumatera lainnya. Apalagi Dinas Pekerjaan Umum Padang menyiapkan anggaran senilai Rp 2,8 triliun untuk merampungkan jalan sepanjang 1444,48 km termasuk diantaranya paket win rip  yang mencakup delapan seksi proyek jalan di Padang yang akan dikerjakan sepanjang 2017.

Salah satu proyek dalam paket win rip ini adalah seksi Padang-Bukit Tinggi dan Lubuk Alung-Sicincin dengan panjang 14,6 km denhan dana 113 miliar. "Untuk seksi ini telah dikerjakan pelebaran jalan dari enam meter menjadi tujuh meter. Seksi ini progressnya sudah mencapai 70 persen, " kata Syaiful.

Seksi win rip berikutnya adalah Pariaman-Manggopo sejauh 46,8 km dengan anggaran Rp 355 miliar. Progress pengembangannya sudah mencapai 74 persen. "Untuk win rip ini termasuk dalam ahead schedule atau di atas rencana awal yang diperkirakan sekitar 70 persen,"kata Syaiful

Adapun untuk proses pembebasan lahan sudah hampir mencapai 100 persen. Dari 149 lahan warga yang dibebaskan, sekitar 90 lahan warga sudah bebas. Sisanya akan dituntaskan secepatnya. Lahan yang dibebaskan itu sepanjang 1,5 km dan akan rampung proyeknya pada 30 Desember nanti

Selanjutnya win rip untuk rute Lubuk Alung - Kurai Haji sepanjang 16, 23 meter dengan dana Rp 126 miliar. Untuk proyek ini diperkiraka  akan rampung Desember nanti. Saat ini sedang proses pengerjaan  bahu jalan.

Selain proyek perbaikan jalan dan win rig, BPJN juga mengerjakan proyek sembilan jembatan dengan total 628 meter. Untuk setiap jembatan panjangnya bervariasi seperti 120 meter untuk jembatan Flyover Duku. Jembatan tersebut ditambah kapasitas jalannya termasuk dipercantik dengan melakukan pengecatan warna merah di bagian trailingnya agar bisa berpendar di malam hari. Jembatan juga dilengkapi dengan lampu penerangan di kedua sisinya sampai melakukan normalisasi sungai untuk menghindari jembatan yang roboh.

Editor: PR Wire

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar Pembaca
Baca Juga